Bandar Lampung

Atresia Esofagus dan Bronkopneumonia, Bayi Aafiyah Sholeha Dapat Bantuan IZI Lampung

Atresia Esofagus dan Bronkopneumonia, Bayi Aafiyah Sholeha Dapat Bantuan IZI Lampung

IZI Lampung memberikan bantuan untuk bayi Aafiyah. | Dokumentasi

IZI Lampung memberikan bantuan untuk bayi Aafiyah. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Nama adik bayi ini Aafiyah Sholeha, usia 3,5 bulan. Putri bungsu dari 5 saudara pasangan Daniel Soleka seorang pedagang kaki lima jambu kristal dan Rika Sari seorang IRT. Mereka tinggal di Ganjarsari Metro Barat, Kota Metro Lampung.

Aafiyah menderita atresia esofagus suatu kondisi cacat lahir pada bayi saat bagian kerongkongan (esofagus) si kecil tidak berkembang dengan sempurna karena ada bagian kerongkongan yang hilang. Akibatnya ia tidak bisa menyusu melalui mulutnya.

“Setiap menyusu maka anak saya akan tersedak karenanya ia kemudian dioperasi untuk dibuatkan lubang di leher sebagai jalur makanannya. Untuk minum susu maka dimasukkan menggunakan selang khusus melalui lubang dileher tersebut. Selang itu mesti diganti seminggu sekali,” jelas Rika.

Karena saluran kerongkongannya berfungsi tidak sempurna, cairan yang dari lambung jadi naik ke paru-paru dan air liur turun ke paru-paru.

Baca Juga: Mengapa Kita Tidak Ikhlas Bayar Parkir?

Itulah mengapa iapun juga menderita bronkopneumonia, salah satu jenis peradangan pada paru-paru akibat infeksi virus, bakteri, atau jamur.

Setiap dua jam sekali air liur Aafiyah mesti disedot keluar agar ia tidak tersedak dan cegukan.

“Jika sedang kambuh sakitnya, Aafiyah menjadi demam dan sulit untuk bernapas. Setiap bulan ia dirawat bisa dua kali di RS karenanya. Berat badannya pun sekarang hanya 3,3 kg,” kata Rika.

Menurut dokter, nanti di usia Aafiyah minimal 6 bulan akan dilakukan operasi kedua untuk penyambungan saluran makanannya dengan syarat berat badannya mesti minimal 10 kg.

Sementara akibat broncopneumonia ini berat badannya sulit sekali naik.

“Karenanya Aafiyah direkomendasikan oleh dokter untuk minum susu khusus untuk menaikkan berat badannya. Tapi harganya sangat mahal untuk ukuran keluarga saya,” kata Rika.

Rika hanya bisa membelikannya susu biasa. Belum lagi kebutuhan lainya seperti pampers, kain kasa, dan lain-lain.

Setelah operasi kedua nanti berhasil baik, baru kemudian dilakukan operasi ketiga untuk penutupan lubang di leher.

“Jadi masih ada dua kali lagi tindakan operasi yang akan dilakukan dokter untuk pengobatan Aafiyah,” kata Rika.

Mengingat kondisi ekonomi keluarga yang sangat lemah karena hanya mengandalkan penghasilan dari suami yang berjualan jambu kristal tentu ini sangat memberatkan dalam usaha mengobati sakit Aafiyah.

Ditambah juga keluarga ini masih memiliki 4 orang anak lagi yang mesti juga dicukupi kebutuhan hidup sehari-harinya. Karenanya, dibutuhkan uluran tangan kita semua para dermawan untuk membantu bayi Aafiyah agar bisa sembuh dari sakitnya.

Ketika menerima bantuan dari IZI Lampung awal minggu lalu, Rika terlihat senang dan tak lupa mengucap terima kasih.

“Terima kasih atas bantuan IZI buat anak saya. Semoga IZI dan donaturnya bertambah rezekinya,” ujar Rika.

Bagi yang ingin membantu bayi Aafiyah bisa menghubungi nomor ponsel 082374445600 atau bisa datang langsung ke kantor IZI Lampung Jalan ZA Pagaralam No 4 (flyover pramuka) Rajabasa Bandar Lampung. [Adriansyah/IZI Lampung]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda