Berita Foto Ruwajurai Pringsewu

Abdul Hakim Serap Aspirasi di Pagelaran, Peternak Ikan: Pecel Lelel Banyak Tutup

Abdul Hakim Serap Aspirasi di Pagelaran, Peternak Ikan: Pecel Lelel Banyak Tutup

Abdul Hakim. | Dokumentasi

Abdul Hakim. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Pringsewu – Anggota Komite IV DPD RI daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim bertemu perangkat desa dan pelaku UMKM di Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Sabtu, 31 Juli 2021.

Kepala Desa Sarjono mengatakan, potensi desa ini mulai dari perikanan, perkebunan, dan kerajinan tangan. Pihaknya terkendala di pemasaran. Ikan lele semakin besar semakin tidak laku.

“Bagaimana cara pengelolaannya?” kata dia.

Pembuatan keripik pisang sudah dilakukan, bahkan mendapat pelatihan dari pihak pemda dan PT. Namun setelah itu pihaknya kesulitan dalam hal pemasaran.

“Potensi SDM kami siap untuk bekerja , SDA juga potensinya besar. Kami ingin fokus agar sumber daya desa kami dpat meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Kades.

Tukijan, warga setempat, mengatakan, ia dari tahun 1993 sudah memelihara ikan mas, mujair, dan tawes. Pakannya dari dedak.

Pada tahun 1995 mulai dikenalkan pakan ikan kemasan 30 kg dengan harga Rp8.500.

“Jual ikan emas Rp4.500/kg. Untungnya lebih besar dulu dibanding sekarang.. Dulu air melimpah, enggak ada hama. Dulu enggak dimaling atau diminta paksa. Sekarang banyak kendala; banyak penyakit. Berbagai cara dipraktikkan tapi belum berhasil,” keluhnya.

Ia menambahkan, sebelum pandemi, untuk mengeluarkan hasil panen ada kesulitan. Tapio hanya solusi dari pemda tanpa menjembatani.

“Bikin abon banyak di sini, tapi tidak menjembatani. Kapasitas 5 ton abon ada, tapi mau jadi apa. Bagaimana kami menjualnya,” ujarnya.

Ia juga mengeluhkan harga ikan yang jatuh. Harga pakan ikan naik terus, tapi produksi  tidak ada yang membeli.

:”Apalagi usaha pecel lele banyak tutup PKPM, yang beli sedikit,” kata dia.

Abdul Hakim menyarankan  agar pelaku UMKM membentuk lembaga, membangun kemitraan dan kerja sama dengan pihak lain.

Anggota DPRD Lampung Zunianto menambahkan, penggerak UMKM harus menyesuaikan dengan zaman. Zunianto bilang, sekarang eranya digital dan media sosial.

“Maka kita harus berubah untuk menyesuaikan perkembangan zaman agar produk kita bisa laku di pasaran,” kata dia. []

 

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda