Rudy. | Najwa
Wartalampung.id, Bandar Lampung — Calon rektor Unila nomor urut 4, Rudy, menyatakan akan berada di pihak dosen dan tenaga kependidikan (tendik) jika ada tekanan politik terhadap kampus, Rabu (28/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan dalam sesi tanya jawab sosialisasi bakal calon rektor di GSG Unila.
Mayra Astari, tendik Fakultas Kedokteran, menanyakan sikap bakal calon jika ada kepentingan pihak luar yang bertentangan dengan independensi akademik dan kebebasan berpendapat di kampus. Ia menyinggung sejumlah kasus yang belakangan ramai diperbincangkan.
Rudy menjawab bahwa persoalan tersebut harus dihadapi dengan mengedepankan peraturan perundang-undangan.
Selama dosen maupun tendik tidak melanggar aturan dan etika, kata Rudy, ia akan bersama mereka melawan tekanan politik tersebut.
Rudy menyebut tekanan politik harus dihadapi dengan “mengedepankan yang namanya aturan perundang-undangan”.
“Kita akan ada bersama dosen tersebut ataupun tendik tersebut,” ujarnya.
Pertanyaan serupa dijawab oleh seluruh enam bakal calon rektor dalam waktu masing-masing tiga menit.
Jawaban itu disampaikan dalam acara Sosialisasi Bakal Calon Rektor Universitas Lampung Periode 2027–2031 dan Penyampaian Visi, Misi, dan Program Kerja di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Bandar Lampung, Rabu (28/10/2026). [Najwa Kamila Faradisa]

Tinggalkan Komentar Anda