Anna Gustina Zainal. | Putu
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Keresahan mahasiswa terhadap uang kuliah tunggal (UKT) mendapat tanggapan dari bakal calon cektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 nomor urut 6, Anna Gustina Zainal, dalam sosialisasi di Gedung Serbaguna (GSG), Rabu (28/10/2026).
Ia menilai jalan keluarnya adalah meningkatkan pendapatan Unila di luar UKT.
Pertanyaan diajukan Fajar Irawan, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Ia menyebutkan, UKT menjadi salah satu sumber pendapatan Unila, tetapi masih menjadi kendala bagi banyak mahasiswa melanjutkan pendidikan.
Karena itu, ia menanyakan langkah konkret mewujudkan kemandirian ekonomi Unila dengan mengoptimalkan pendapatan di luar UKT agar angka mahasiswa putus kuliah semakin sedikit.
Anna mengaku mengetahui kondisi yang disampaikan Fajar. Menurutnya, banyak mahasiswa yang terpaksa menunda pembayaran UKT karena kendala ekonomi.
“Tidak ada jalan lain selain meningkatkan pendapatan non-UKT,” katanya.
Ia mengusulkan optimalisasi seluruh aset Unila yang sudah ada. Salah satu contohnya kolam renang, yang menurut Anna bisa menghasilkan puluhan juta rupiah setiap hari Minggu jika dikelola baik.
Pemanfaatannya dapat diperluas melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah sehingga pemasukan non-PNBP meningkat.
Ia menuturkan aset lain di Unila yang perlu mendapat perhatian tanpa memerincinya dengan tujuan agar mahasiswa tidak lagi terkendala putus studi karena UKT.
Dari sisi kebijakan kemahasiswaan, Anna dalam paparan dan jawabannya menargetkan pagu minimal 10 persen anggaran universitas untuk kemahasiswaan.
Ia menyebutkan di FISIP, yang ia pimpin sebagai dekan, porsinya naik dari 8,2 persen pada 2025 menjadi 9,7 persen, dan mengklaimnya tertinggi di Indonesia.
FISIP juga telah menyediakan pinjaman laptop bagi mahasiswa tugas akhir dan 20 komputer yang dapat diakses mahasiswa.
Jawaban Anna menegaskan bahwa persoalan UKT tidak dapat diselesaikan hanya dari sisi mahasiswa, melainkan juga dari kemampuan kampus mencari sumber pendapatan lain secara mandiri.
Acara sosialisasi di GSG ini merupakan penutup rangkaian kegiatan yang sudah digelar sejak 20–23 Oktober di delapan fakultas, mulai dari Fakultas Hukum hingga Fakultas Teknik. Kemudian Senat Unila dijadwalkan menilai dan menetapkan tiga calon rektor dalam rapat senat tertutup pada Kamis besok, 29 Oktober 2026.
Pemilihan rektor dijadwalkan pada November–Desember 2026, sedangkan penetapan dan pelantikan rektor terpilih diagendakan pada 18 Januari 2027, meskipun jadwal tersebut masih bersifat tentatif. [Putu Suati Kartika Dewi]

Tinggalkan Komentar Anda