Rudy. | Najwa
Wartalampung.id, Bandar Lampung — Calon rektor Unila nomor urut 4, Rudy, memaparkan tiga sumber pendapatan di luar uang kuliah tunggal (UKT), Rabu (28/10/2026).
Paparan itu menjawab Fajar Irawan, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), yang menyoroti UKT sebagai kendala kuliah dan penyebab mahasiswa putus studi. Ia bertanya langkah konkret mengoptimalkan pendapatan Unila di luar UKT.
Rudy memilih menjawab pertanyaan ini lebih dulu karena menurutnya penting.
Pertama, kerja sama riset dan industri yang ditopang pusat unggulan institusi.
Tanpa pusat unggulan, kata Rudy, industri tidak akan bisa bekerja sama dengan Unila.
“Dosen pintar, mahasiswa pintar, uang masuk,” ujarnya.
“Tanpa itu, industri tidak akan bisa bekerja sama dengan Unila,” kata Rudy, merujuk pada pusat unggulan institusi yang ia sampaikan di awal paparan.
Kedua, pemanfaatan aset lahan Unila seluas 150 hektare yang menurutnya sudah bersertifikat. Ia mencontohkan peternakan yang mendukung program makan bergizi gratis (MBG).
“Kita punya aset 150 hektare, sudah bersertifikat,” ujarnya.
Aset itu, menurutnya, “harus dikembangkan”, misalnya lewat peternakan yang mendukung MBG.
Ketiga, Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Unila. Menurut informasi yang diterimanya, rumah sakit itu dapat menghasilkan pendapatan hampir Rp1 triliun per tahun jika telah beroperasi.
Rudy menyebut RSPTN, jika sudah berjalan, “bisa menghasilkan dana pendapatan hampir 1 triliun tiap tahunnya”, berdasarkan informasi yang ia dapat.
Rudy menekankan perlunya tahapan yang sistematis agar pendapatan Unila meningkat.
Ia menekankan perlunya “tahapan-tahapan yang sistematis” untuk meningkatkan pendapatan Unila, didukung pusat unggulan institusi dan kerja sama industri.
Paparan tersebut disampaikan dalam acara Sosialisasi Bakal Calon Rektor Universitas Lampung Periode 2027–2031 dan Penyampaian Visi, Misi, dan Program Kerja yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Bandar Lampung, Rabu (28/10/2026). [Najwa Kamila Faradisa]

Tinggalkan Komentar Anda