Bandar Lampung

Pesatnya Perkembangan AI, Devi Fitri Peserta Semnas EEA 2026 Tegaskan Pentingnya Berpikir Kritis

Pesatnya Perkembangan AI, Devi Fitri Peserta Semnas EEA 2026 Tegaskan Pentingnya Berpikir Kritis

Seminar nasional. | MIrliana

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pesatnya laju teknologi dan kehadiran artificial intelligence (AI) menuntut generasi muda untuk tidak sekadar menjadi pengguna pasif.

Hal tersebut menjadi poin krusial yang dipetik oleh para peserta usai mengikuti rangkaian Seminar Nasional Electrical Engineering in Action 2026 di Universitas Lampung, Minggu (27/9).

Seminar nasional tersebut mengusung tema “Bridging the Gap, Building the Nation: Membangun Generasi Berdaya Pikir Kritis sebagai Pilar Teknologi Berkelanjutan demi Mewujudkan Kemandirian Bangsa.” Kegiatan ini terbuka untuk umum dan menghadirkan dua narasumber, yakni Ifandi selaku CEO Satu Persen serta Kevin dari Clash of Champions.

Semula, Seminar Nasional EEA 2026 dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober 2026.

Namun, jadwal tersebut dimajukan menjadi 27 September 2026 karena salah satu pemateri, Kevin, harus melaksanakan ujian pada jadwal sebelumnya.

Meski mengalami perubahan jadwal, pelaksanaan seminar tetap mendapat antusiasme tinggi dari peserta

Salah satu peserta Devi Fitri Novianti, mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis Unila angkatan 2024 yang menjadi peserta seminar, menilai pembahasan mengenai perkembangan teknologi dan AI menjadi hal yang relevan dengan kondisi generasi muda saat ini.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang berlangsung cepat membuat kemampuan berpikir kritis semakin dibutuhkan, terutama dalam menyaring informasi dan memanfaatkan teknologi secara bijak.

“Di era sekarang, teknologi membawa perubahan yang sangat cepat, termasuk pembahasan AI. Kita tidak boleh hanya menguasai teknologi, tetapi juga harus mampu menciptakan inovasi,” ujar Devi.

Menurut Devi, materi yang disampaikan para narasumber membuka pandangan baru bahwa perkembangan teknologi bukan hanya soal kecanggihan perangkat, melainkan bagaimana kesiapan manusia di dalamnya.

“Persiapan menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari sekarang. Generasi muda tidak boleh takut menghadapi perkembangan teknologi di masa depan. Justru kita harus memanfaatkannya secara positif, terus belajar, dan berani menjadi bagian dari perubahan demi berkontribusi bagi bangsa,” pungkasnya. [Mirliana Amira]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda