Nabil
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Bukan hal mudah bagi Muhammad Nabil Ramadhan meninggalkan Jakarta dan merantau jauh ke Lampung demi melanjutkan studi.
Lulusan SMAS Pelita Tiga Jakarta ini kini resmi menjadi mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis (PS PBP) FKIP Universitas Lampung angkatan 2026.
Ia membawa cerita tentang gegar budaya, adaptasi, sekaligus tekad memperdalam bahasa yang sudah lebih dulu ia kenal sejak bangku SMA.
Kepada wartalampung.id, Senin, 31 Agustus 2026, Nabil membagikan ceritanya.
Nabil mengaku keputusannya merantau ke Lampung untuk mencoba suasana baru.
Namun di balik keputusan itu, ia sempat mengalami gegar budaya saat pertama kali beradaptasi dengan lingkungan yang jauh berbeda dari Jakarta.
“Dari lingkungan, orang-orangnya, karena orang Sumatera itu jauh lebih semangat,” ujar Nabil, menceritakan kesan pertamanya menyesuaikan diri dengan suasana baru di Lampung.
Berbeda dari sebagian mahasiswa baru lain yang benar-benar memulai dari nol, Nabil sudah mengenal bahasa Prancis sejak duduk di bangku SMA.
Ketertarikannya pada PS PBP pun bukan sekadar mencoba hal baru, melainkan keinginan memperdalam kemampuan yang sudah ia miliki sekaligus mengejar sertifikasi internasional.
“Sebelumnya udah pernah belajar bahasa Prancis juga. Alasan ngambilnya itu emang mau memperdalam, mau dapet DELF juga,” katanya.
Menurut Nabil, ekspektasinya soal perkuliahan di PS PBP cukup sejalan dengan kenyataan yang ia jalani saat ini.
Sebab, program studi ini tidak hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga budaya Prancis secara menyeluruh—sesuatu yang menurutnya justru memperkaya proses adaptasinya di tanah rantau.
Satu kata yang menurutnya paling menggambarkan perasaannya sebagai mahasiswa baru adalah “senang”, terlepas dari tantangan adaptasi yang masih ia jalani. Ia pun menitipkan harapan besar bagi angkatannya.
“Untuk angkatan semuanya bisa lulus bareng-bareng dan bisa meraih mimpi apa yang didapat sesuai tujuan masing-masing masuk jurusan bahasa Prancis,” ujarnya.
Nabil membagikan pesan bagi siapa pun yang masih ragu melangkah keluar dari zona nyaman, seperti yang telah ia lakukan dengan merantau jauh dari kampung halaman.
“Jangan takut mencoba hal baru supaya kita bisa mengeksplorasi diri untuk ke depannya. Kuliah juga enggak semengerikan itu untuk ditakuti,” pungkas Nabil. [Suati/Mirliana/Najwa]

Tinggalkan Komentar Anda