Riset Jurusan Peternakan Polinela
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Bagaimana membuat ayam broiler tumbuh optimal tanpa harus mengandalkan peningkatan jumlah pakan? Salah satu jawabannya dapat datang dari cara ayam memanfaatkan nutrisi yang sudah ada di dalam pakan.
Tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melakukan penelitian mengenai pemanfaatan enzim protease sebagai suplemen pakan broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim protease memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrisi pada ayam broiler.
Penelitian berjudul “Peningkatan Produktivitas Broiler melalui Suplementasi Enzim Protease” ini dipimpin oleh Riko Noviadi, S.Pt., M.P., dengan anggota tim Ir. Rikardo Silaban, S.Pt., M.Si., IPM dan Agung Adi Candra, S.K.H., M.Si. Ketiganya merupakan dosen pada Politeknik Negeri Lampung.
Menariknya, penelitian ini tidak hanya melibatkan dosen. Lima mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Ternak, Jurusan Peternakan Polinela, turut terlibat dalam pelaksanaan penelitian.
Dalam usaha broiler, pakan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan produksi. Kandungan protein dalam pakan sangat penting karena berkaitan dengan pertumbuhan otot dan perkembangan tubuh ayam. Namun, tingginya kandungan protein dalam pakan belum tentu berarti seluruh protein tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh ayam.
“Protein yang masuk melalui pakan perlu dicerna terlebih dahulu agar dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Karena itu, kami melihat adanya peluang untuk membantu proses tersebut melalui suplementasi enzim protease,” jelas Riko Noviadi.
Protease merupakan enzim yang berfungsi membantu memecah protein menjadi bagian yang lebih sederhana. Dengan proses tersebut, protein diharapkan lebih mudah dicerna sehingga asam amino yang dihasilkan dapat lebih tersedia untuk dimanfaatkan oleh ayam.
Menggunakan Bahan Pakan yang Umum Digunakan
Dalam penelitian ini, tim menggunakan sejumlah bahan pakan yang lazim digunakan dalam penyusunan ransum broiler, antara lain jagung giling, bungkil kacang kedelai, tepung ikan, dedak padi, molases, polard, DDGS, serta enzim protease sebagai suplementasi.
Jagung berperan sebagai sumber energi, sedangkan bungkil kacang kedelai dan tepung ikan menjadi sumber protein. Sementara itu, enzim protease ditambahkan untuk membantu proses pemanfaatan protein dalam ransum.
Pendekatan tersebut menjadi menarik karena teknologi enzim dapat diterapkan pada formulasi pakan tanpa harus mengubah seluruh sistem pemberian pakan.
Hasil Awal Menunjukkan Potensi Positif
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi enzim protease berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrisi pada broiler.
Temuan tersebut memberikan peluang untuk mengembangkan strategi pemberian pakan yang lebih efisien. Bukan hanya berapa banyak nutrisi yang diberikan, tetapi juga seberapa baik nutrisi tersebut dapat dicerna dan dimanfaatkan oleh ayam.
Bagi industri broiler, efisiensi tersebut memiliki arti penting. Pakan merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam usaha ayam pedaging. Semakin optimal nutrisi dalam pakan dimanfaatkan, semakin besar peluang untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Meski demikian, tim peneliti menyatakan bahwa penggunaan protease tidak dapat dilepaskan dari faktor lain. Komposisi ransum, kualitas bahan pakan, dosis enzim, umur ayam, dan manajemen pemeliharaan dapat memengaruhi hasil yang diperoleh.
Karena itu, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mendapatkan kombinasi formulasi ransum dan dosis enzim yang paling efektif serta ekonomis.
Mahasiswa Belajar dari Kandang Penelitian
Kegiatan penelitian ini sekaligus menjadi ruang belajar bagi lima mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Ternak Polinela.
Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam kegiatan penelitian peternakan, mulai dari persiapan bahan pakan, pelaksanaan pemeliharaan broiler, pengamatan performa ayam, pencatatan data, hingga membantu proses pengolahan dan interpretasi hasil penelitian.
Menurut Riko, keterlibatan mahasiswa merupakan bagian penting dari pendidikan vokasi.
“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman nyata. Mereka tidak hanya mempelajari teori tentang nutrisi dan produksi ternak, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana inovasi pakan diuji dan dievaluasi di lapangan,” ujarnya.
Model penelitian seperti ini sekaligus memperkuat keterkaitan antara pembelajaran, penelitian, dan kebutuhan dunia usaha peternakan.
Menuju Pakan yang Lebih Efisien dan Ekonomis
Penelitian enzim protease ini membuka peluang bagi pengembangan teknologi pakan broiler yang lebih efisien. Pengembangan selanjutnya dapat diarahkan pada pengujian berbagai dosis protease, kombinasi dengan tingkat protein ransum yang berbeda, pengukuran kecernaan nutrien, performa pertumbuhan, konversi pakan, hingga analisis keuntungan ekonomi.
Bagi peternak, teknologi pakan seperti ini pada akhirnya bukan sekadar persoalan meningkatkan pertumbuhan ayam. Tujuan yang lebih besar adalah bagaimana nutrisi pakan dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan biaya produksi yang tetap efisien.
Bagi Politeknik Negeri Lampung, penelitian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi terapan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia peternakan yang kompeten.
Dari bahan pakan yang sederhana, teknologi enzim membuka peluang baru: pakan dimanfaatkan lebih optimal, produktivitas broiler didorong lebih tinggi, dan efisiensi usaha peternakan dapat terus ditingkatkan. []

Tinggalkan Komentar Anda