Bandar Lampung

Leadership Education Program 2026 Universitas Teknokrat Indonesia, Ryan Randy Suryono Paparkan 5 Pilar Bangun Tim Berkinerja Tinggi 

Leadership Education Program 2026 Universitas Teknokrat Indonesia, Ryan Randy Suryono Paparkan 5 Pilar Bangun Tim Berkinerja Tinggi 

Ryan Randy Suryono

WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG — Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom., memaparkan materi penting mengenai strategi pembentukan tim yang solid dalam gelaran Leadership Education Program (LEP) 2026 di lingkungan kampus setempat, Jumat (7/8/2026).

Di hadapan ratusan mahasiswa peserta, ia menekankan konsep “The Five Pillars of Building a High-Performance Team” sebagai modal utama calon pemimpin masa depan.

Dalam pemaparannya, Ryan menjelaskan bahwa membangun tim berkinerja tinggi harus dilakukan secara berjenjang dan terstruktur layaknya sebuah piramida. Langkah awal dimulai dari fondasi paling dasar, yaitu Building a Team (Membangun Tim), di mana para anggota harus memahami setiap tahapan perkembangan kelompok mereka agar dapat bergerak selaras.

“Setelah kelompok terbentuk, pilar kedua yang krusial adalah Building Trust atau membangun kepercayaan. Ini adalah fondasi dari semua bentuk interaksi tim yang sehat. Tanpa adanya kepercayaan, sebuah organisasi tidak akan berjalan secara optimal,” ujar Ryan kemarin saat menyampaikan materi di Gelanggang Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia.

Lebih lanjut, ia menerangkan tiga pilar berikutnya untuk mencapai performa puncak. Pilar ketiga adalah Aligning Visions (Menyelaraskan Visi), yaitu proses menyatukan tujuan-tujuan individu menjadi satu visi bersama yang kokoh.

Hal ini kemudian didukung oleh pilar keempat, Improving Communication (Meningkatkan Komunikasi), yang berfokus menghilangkan segala sumbatan atau hambatan dalam arus informasi antarpemimpin dan anggota.

Sebagai puncak dari piramida konseptual tersebut, Ryan menyoroti pentingnya Conflict Resolution (Resolusi Konflik). Menurutnya, seorang pemimpin yang adaptif harus mampu mengelola gesekan di dalam organisasi dan mengubah friksi tersebut menjadi energi produktivitas yang positif demi kemajuan bersama.

Program ini diadakan selama tiga hari guna membekali aktivis organisasi mahasiswa dengan kompetensi kepemimpinan strategis. Melalui pemaparan lima pilar ini, pihak kampus berharap para mahasiswa dapat mengimplementasikannya secara langsung guna membentuk organisasi kemahasiswaan yang berdampak, suportif, serta berkinerja tinggi.

Tak hanya menjabarkan pilar-pilar tersebut, Ryan juga menguraikan lima manfaat besar dari aktivitas team building (The Benefits of Team Building for Organizations) yang harus dipahami oleh para calon pemimpin:

  • Increased Efficiency: Koordinasi antarpis divisi berjalan lebih lancar dan menekan risiko tumpang tindih pekerjaan.
  • Better Decision Quality: Komunikasi yang terbuka melahirkan keputusan yang lebih berkualitas dari berbagai perspektif.
  • Higher Employee Engagement: Anggota tim merasa didengar, dipercaya, dan menjadi bagian dari tujuan yang lebih besar.
  • Reduced Turnover: Lingkungan kerja yang sehat menjadi faktor terkuat dalam mempertahankan anggota organisasi.
  • Improved Team Resilience: Tim yang kohesif dan kompak terbukti jauh lebih adaptif terhadap perubahan dan tekanan eksternal.

“Ketika lima pilar pembentukan tim diterapkan, organisasi secara otomatis akan merasakan efisiensi kerja yang meningkat dan ketahanan tim yang jauh lebih kuat dalam menghadapi tantangan,” pungkas Ryan.

Program Leadership Education Program 2026 ini diadakan selama tiga hari guna membekali aktivis organisasi mahasiswa dengan kompetensi kepemimpinan strategis.

Melalui materi komprehensif ini, pihak kampus berharap para mahasiswa dapat mengimplementasikannya secara langsung guna membentuk organisasi kemahasiswaan yang berdampak, suportif, serta berkinerja tinggi. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda