Salimah Lampung
Wartalampung.,id, Bandar Lampung – Memaknai datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pimpinan Wilayah Salimah Lampung melalui Departemen Dakwah (Depdak) menggelar Gebyar Muharram 1448 H bertajuk “Hijrah untuk Negeri: Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Keluarga Sejahtera” pada Selasa (30/6).
Kegiatan yang berlangsung di Raudhatul Quran Terasku Smart, Kemiling, Bandar Lampung ini diikuti oleh 175 peserta dengan suasana penuh kebersamaan dan kepedulian.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk menguatkan nilai nilai hijrah sebagai proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi kepada anak yatim dan dhuafa sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam.
Lurah Beringin Jaya, Fajar Apriansyah, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk semakin mencintai Al Quran dengan membiasakan membaca, memahami, dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari hari. Menurutnya, Al Quran tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga pedoman hidup yang mampu membentuk karakter pribadi, keluarga, dan masyarakat yang lebih baik.
Hal ini diperkuat dan disempurnakan oleh tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Abdurrahman. Beliau mengajak peserta memahami makna hijrah secara menyeluruh, tidak hanya berpindah tempat sebagaimana hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga hijrah dalam perbuatan dan hati.
“Hijrah mencakup hijrah fi’liyah, yakni perubahan dalam amal dan pekerjaan menuju kebaikan, serta hijrah qalbiyah, yaitu membersihkan hati agar senantiasa dipenuhi prasangka baik kepada sesama dan rasa syukur kepada Allah SWT”, ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa bulan Muharram merupakan momentum istimewa, terutama untuk meningkatkan kepedulian kepada anak yatim dan dhuafa. Menyantuni anak yatim, kata dia, merupakan amalan mulia yang akan mendatangkan keberkahan serta penjagaan dari Allah SWT bagi orang yang melaksanakannya.
Melalui tema “Hijrah untuk Negeri: Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Keluarga Sejahtera”, PW Salimah Lampung berharap semangat Tahun Baru Islam tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi awal perubahan nyata bagi setiap individu, keluarga, dan lingkungan.
Gebyar Muharram 1448 H diharapkan menjadi penguat semangat hijrah dalam kehidupan sehari hari sekaligus mempererat kepedulian sosial terhadap anak yatim dan dhuafa sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun masyarakat yang lebih berakhlak, peduli, dan sejahtera. []

Tinggalkan Komentar Anda