Bandar Lampung

Masyarakat Lampung Desak Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dan Pemberantasan Korupsi

Masyarakat Lampung Desak Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dan Pemberantasan Korupsi

Aksi damai Aliansi Masyarakat Lampung Dukung Makan Bergizi Gratis. | Sugiono

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ribuan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampung Dukung Makan Bergizi Gratis (AMAL MBG) menggelar aksi damai menyatakan dukungan keberlanjutan program MBG sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi generasi bangsa.

Aksi dilakukan di Bundaran Tugu Adipura (Bundaran Gajah), Senin pagi, 21/6/2026.

Aksi yang diikuti oleh masyarakat, relawan dapur SPPG, tokoh masyarakat, serta kelompok pemerhati kesejahteraan tersebut bertujuan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program MBG sekaligus mendorong penguatan tata kelola program agar berjalan secara transparan dan tepat sasaran.

Yunanda, Humas Amal MBG, menyampaikan, aks massa menyampaikan  sejumlah tuntutan:

Mempertahankan dan melanjutkan program Makan Bergizi Gratis sebagai program prioritas nasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menjamin keberlangsungan serta perluasan manfaat program MBG agar dapat menjangkau seluruh sasaran penerima secara tepat dan merata.

Menangkap dan mengadili seluruh pelaku korupsi yang terlibat dalam penyalahgunaan anggaran maupun pelaksanaan Program MBG tanpa pandang bulu.

Melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Program MBG guna memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pelaksanaannya.

Memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang melakukan kecurangan, baik individu maupun lembaga, yang terbukti merugikan masyarakat dan negara.

Memperkuat pengawasan publik dengan melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan dan evaluasi pelaksanaan program MBG.

Massa menilai program ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan.

Oleh karena itu, mereka berharap program tersebut dapat terus berjalan dengan pengelolaan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan. [Sugiono]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda