Berita Foto

Mahasiswa Terbaik Universitas Teknokrat Indonesia Magang Mandiri di BPK Lampung, Dipercaya Kerjakan Banyak Hal sampai Jadi MC BPK Goes to School

Mahasiswa Terbaik Universitas Teknokrat Indonesia Magang Mandiri di BPK Lampung, Dipercaya Kerjakan Banyak Hal sampai Jadi MC BPK Goes to School

Mahasiswa Teknokrat magang mandiri di BPK Lampung

WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Mahasiswa terbaik Universitas Teknokrat Indonesia kampus terbaik di Lampung melaksanakan magang mandiri.

Magang mandiri adalah program pembelajaran di luar kampus (MBKM adalah Merdeka Belajar Kampus Merdeka) di mana mahasiswa secara proaktif mencari, mendaftar, dan melaksanakan praktik kerja di perusahaan/instansi pilihan sendiri, tanpa melalui jalur formal MSIB Kemendikbudristek. Program ini berfokus pada pengembangan skill praktis, fleksibilitas waktu, dan konversi SKS sesuai kebijakan kampus.

Kali ini tiga orang mahasiswa terbaik Universitas Teknokrat Indonesia magang mandiri di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Lampung. Ketiga mahasiswa terbaik yang magang mandiri adalah Azza’zunda Choibar Lutfy, Rini, dan Dwi Kartika.

Kepada wartalampung.id, Azza’zunda Choibar Lutfy, mengatakan, selama magang di bagian Humas dan Tata Usaha, ia mendapatkan pengalaman  yang sangat positif. Ia mengatakan, di sana ia memperoleh banyak pengalaman, mulai dari desain, dokumentasi dan editing foto, penulisan artikel, hingga membantu administrasi dan operasional acara.

Ia menambahkan, dirinya juga belajar pentingnya bekerja secara terstruktur, menjaga komunikasi yang jelas terutama dalam pesan tertulis agar tidak terjadi kesalahpahaman, serta menerapkan sikap integritas, independensi, dan profesionalisme.

“Pengalaman ini memberikan insight dan bekal yang bermanfaat, termasuk pentingnya mempersiapkan portofolio dan profil profesional sejak dini,” jelasnya kepada wartalampung.id.

Peserta magang lainnya, Rini, menuturkan, selama magang di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung, khususnya di subbagian SDM, ia mendapatkan pengalaman yang sangat berharga.

Sebab, tidak hanya memahami alur kerja administrasi dan pengelolaan sumber daya manusia, tetapi juga diberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan teknis dengan membuat website klinik BPK.

“Pengalaman ini membuat saya lebih siap menghadapi dunia kerja karena mampu menggabungkan pengetahuan teoritis dengan praktik langsung di lingkungan profesional,” kata dia.

Sedangkan Dwi Kartika, yang ditempatkan di subbagian SDM, menambahkan, ia tidak hanya memahami alur kerja administrasi dan pengelolaan sumber daya manusia saja, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan teknis dan profesional.

“Saya ditugaskan membuat sistem kepegawaian (siwawai) yang bertujuan untuk mempermudah dalam administrasi berkas di bagian SDM, membantu mendesain flyer kegiatan, dan menjadi pembawa acara di acara BPK Goes To School,” ujarnya.

Pengalaman itu, kata dia, membuat dirinya lebih percaya diri dan siap untuk menghadapi tantangan di dunia kerja sesungguhnya.

Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM mengapresiasi magang mandiri ini. Ia berpesan kepada mahasiswa untuk selalu berbuat yang terbaik. Sebab, dengan demikian, mahasiswa bisa mengembangkan diri dengan optimal.

Mahathir menambahkan, program magang mandiri merupakan salah satu wujud nyata dari implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) oleh perguruan tinggi, yang mengintegrasikan pengalaman dunia kerja dengan kompetensi akademis.

Kaitan utama antara magang mandiri dan pencapaian SDGs meliputi:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Magang mandiri memberikan akses pendidikan yang inklusif dan merata melalui praktik kerja nyata yang melampaui teori kelas. Dengan mengembangkan keterampilan teknis seperti pembuatan sistem informasi (Siwawai) atau website klinik, mahasiswa mencapai standar kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Program ini secara langsung berkontribusi pada kesiapan kerja mahasiswa. Pengalaman profesional di lembaga seperti BPK membantu mahasiswa membangun portofolio dan profil profesional sejak dini, yang merupakan kunci untuk mendapatkan pekerjaan layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur

Melalui pengembangan inovasi teknologi selama magang, seperti sistem administrasi kepegawaian digital, mahasiswa turut memperkuat transformasi digital dalam infrastruktur pelayanan publik.

SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh

Magang di lembaga audit seperti BPK melatih mahasiswa untuk menerapkan sikap integritas, independensi, dan profesionalisme. Ini mendukung terciptanya lembaga pemerintah yang transparan dan akuntabel melalui keterlibatan langsung dalam operasional instansi negara.

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Kolaborasi antara Universitas Teknokrat Indonesia dengan BPK Perwakilan Lampung melalui magang mandiri merupakan bentuk kemitraan strategis antara sektor akademis dan pemerintah guna mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan secara kolektif.

Magang mandiri bukan hanya sekadar tugas kampus, melainkan langkah strategis bagi mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang siap memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Jadi mahasiswa unggulan di Universitas Teknokrat Indonesia adalah pilihan terbaik yang akan menghantarkan ke dunia kerja dan berkarya nyata.
Bergabung dan daftar menjadi mahasiswa baru di spmb.teknokrat.ac.id.

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda