Endang Ikhtiarti
Oleh Endang Ikhtiarti, Dosen Prodi S1 Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila
- Kata bonjour
Di Prancis, kesopanan dimulai dengan mengucapkan “bonjour”. Di manapun kita bertemu orang lain sudah secara otomatis mengucapkan kata tersebut. Misalnya di toko, di jalan. Kemudian secara otomatis pula mengucapkan “monsieur” (Tuan untuk laki- laki/ bapak) ” atau “Madame (Nyonya) ” dan “ Mademoiselle (Nona) “ sebagai tanda menghormati orang tersebut.
Misalnya saat tiba di kantor, orang Prancis juga menyapa rekan kerja dengan menyebut nama depan atau nama belakang mereka. Contoh lain misalnya saat memasuki lift mereka bertemu seseorang, mereka juga mengucapkan “bonjour” (selamat siang, pagi, dan sore), namun setelah jam enam sore, mereka mulai menyapa orang lain dengan mengucapkan “bonsoir/selamat malam”.
Kata-kata “Bonsoir” digunakan untuk menyapa seseorang di sore menjelang malam hari atau malam hari. Biasanya beralihnya penggunaan kata “Bonjour (selamat pagi/siang)” ke- kata “Bonsoir” ( selamat malam) saat matahari mulai terbenam atau sekitar jam enam sore ke atas.
- Kata Kata Kesopanan yang Familiar
Kata “tolong” (S’il vous plait) dan “terima kasih” (merci beaucoup) menjadi kata kunci yang sangat penting. Kita bisa menggunakan kata “tolong” pada sebuah permintaan dan mengucapkan “terima kasih” di akhir sebuah percakapan atas sebuah bantuan yang kita minta kepada orang lain. Jika seseorang memberi kita sesuatu, berbuat baik kepada kita, atau membukakan pintu untuk kita, misalnya, kita harus mengucapkan terima kasih sambil tersenyum.
- Kesopanan Prancis
Di Prancis, kesopanan masih dihargai. Misalnya pria membukakan pintu untuk wanita yang hendak masuk ke suatu ruangan dan wanita dipersilakan duduk terlebih dahulu, baru kemudian diikuti oleh pria. Saat memasuki tempat umum, wanita selalu dipersilakan berjalan lebih dulu daripada pria.
Misalnya ketika akan menaiki tangga, wanita dipersilakan terlebih dahulu, dan hal-hal seperti itu sudah secara otomatis menjadi tradisi bagi orang Prancis. Tradisi lain yang tak kalah penting dan sangat melekat di kalangan masyarakat Prancis.
Misalnya seorang pria harus mengajak wanita berkencan terlebih dahulu, bukan sebaliknya. Kebiasaan-kebiasaan itu masih ada dan hidup sebagai tradisi masyarakat Prancis meskipun dewasa ini tidak lagi dipatuhi secara umum karena mulai ada pergeseran budaya.
- Tradisi berciuman di pipi (la bise)
La bise atau berciuman pipi merupakan cerminan kehangatan dan kedekatan sosial dalam budaya Prancis. Saat orang Prancis bertemu dengan seseorang yang belum mereka kenal sebelumnya, mereka hanya menyapa dengan berjabat tangan. Tetapi untuk menyapa sesama teman yang sudah akrab, mereka diperbolehkan ciuman di pipi.
Ini adalah bentuk sapaan sosial yang sangat umum yang digunakan saat bertemu atau berpamitan dengan teman, keluarga,kolega, atau kenalan dekat. “La bise” biasanya dilakukan dengan menempelkan pipi kanan ke pipi kiri, lalu pipi kiri ke pipi kanan.
- Percakapan Sehari-hari
Dengan orang yang tidak dikenal dengan baik, orang Prancis dan selalu menghindari membicarakan uang, politik, atau agama. Mereka lebih baik membicarakan budaya, seni, gastronomi, atau musik.
Biasanya orang Prancis sangat suka membicarakan makanan. Mereka bisa mendiskusikannya selama berjam-jam.
Biasanya mereka membicarakan peristiwa terkini yang paling mereka sukai untuk menghindari resiko yang besar karena mereka harus berhati-hati untuk tetap menjaga ketenangan dan harus bisa mengendalikan suasana berdiskusi.
- Undangan Kesuksesan seseorang
Orang Prancis yang sedang bahagia mendapatkan kesuksesan dalam hidup biasanya mengundang rekan-rekannya untuk merayakannya dengan tradisi makan dan minum. Namun ada tradisi yang tetap melekat hidup di masyarakat, apabila kita diundang oleh teman untuk makan bersama untuk merayakan sesuatu, para undangan tidak datang dengan tangan kosong.
Biasanya mereka datang dengan membawa bunga, sebotol anggur atau sekotak cokelat. Untuk menghargai waktu, para tamu harus datang tepat waktu, tidak terlalu awal dan tidak terlalu terlambat.
Hal ini terkenal dengan semboyannya “L’heure c’est l’heure” artinya tepat waktu. Oleh karena itu, orang Prancis sangat terkenal paling menghargai waktu setelah masyarakat Jepang.
- Budaya mengantre
Walaupun kedisiplinan di Prancis tidak seketat di Jepang, budaya mengantre di Prancis pada umumnya tertib dan merupakan bagian dari etiket sosial yang dianjurkan. Jika melanggar misalnya menerobos antrian dapat memancing tatapan atau komentar yang tidak menyenangkan.
Biasanya budaya mengantre ini terjadi di tempat-tempat umum seperti di kasir pada sebuah toko atau swalayan, di terminal bis, atau di tempat-tempat wisata. Seperti di negara Eropa lainya, mengantri adalah bentuk budaya sopan santun yang tinggi untuk menghormati hak orang lain.
- Ucapan selamat datang di
Kata-kata yang selalu dihargai untuk menyambut orang asing yang datang misalnya “Bien Venu (e) en France” artinya “selamat datang di Prancis”. Walaupun belum tentu semua orang asing yang datang di Prancis bisa berbahasa Prancis.
Namun sebaliknya, orang Prancis biasanya bisa dan bahkan mahir berbicara dalam bahasa Inggris. Orang asing biasanya sangat sulit berbicara dalam bahasa Prancis baik aksennya, baik tata bahasa yang kurang bagus atau belum sempurna.
Hal itu bukanlah masalah besar bagi orang asing, seberapa kurangnya bahasa mereka tetap akan diperhatikan dan dihargai. Itu dilakukan untuk mempermudah kontak dan menunjukkan keinginan nyata untuk berintegrasi.
- Ruang pribadi
Menghormati ruang pribadi itu penting. Menghormati ruang pribadi orang lain adalah bagian dari etika sosial yang membuat interaksi lebih maksimal dan nyaman. Jika orang Prancis berbicara dengan orang asing, menjaga jarak tertentu sangat mereka dihargai, bahkan jika memungkinkan di tempat-tempat ramai pun tetap dilakukan.
Itu merupakan bagian dari tata krama yang sangat dijaga. Pada saat bertemu dengan orang asing , tidak semua orang Prancis merasa nyaman dengan kontak fisik.
Pada awalnya mereak mengamati dan beradaptasi dengan orang yang mereka ajak bicara terlebih dahulu untuk menghindari kesalahpahaman. Hal ini tentu akan membuat percakapan lebih nyaman bagi semua orang yang terlibat dalam pembicaraan tersebut.
- Orang Prancis sangat hati-hati
Kehati-hatian mereka sangat penting saat berinteraksi dengan orang asing. Orang Prancis jarang memulai percakapan secara spontan.
Mereka menghindari menanyakan hal hal pribadi secara mendetail agar tidak mengganggu hubungan dengan orang yang baru mereka kenal. Oleh karena itu, kehati-hatian bersikap terhadap orang asing sangatlah mereka pegang teguh. Ini adalah cara untuk menjaga privasi mereka dan menghormati privasi orang lain. []

Tinggalkan Komentar Anda