Kegiatan Itera di Kebun Raya bersama siswa Sekolah Dharma Bangsa
WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Program Studi Farmasi Institut Teknologi Sumatera (Itera kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan edukasi berbasis sains terapan melalui penyelenggaraan lokakarya bertajuk “Natural Soap and Perfume Making” yang berlangsung di kawasan Kebun Raya Itera kemarin.
Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran interaktif yang menggabungkan aspek teori dan praktik, dengan tujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan peserta dalam mengolah bahan alam menjadi produk kosmetika yang bernilai guna sekaligus bernilai ekonomi.
Lokakarya ini menghadirkan narasumber dari dosen Farmasi Itera yang kompeten di bidangnya, yaitu Tantri Liris Nareswari, Nur Adliani, dan Erga Syafitri.
Ketiganya memberikan pemaparan komprehensif terkait konsep dasar formulasi kosmetika, pemilihan bahan alami yang aman dan efektif, hingga teknik pembuatan sabun dan parfum yang sesuai dengan standar ilmiah.
Materi yang disampaikan tidak hanya menekankan pada aspek teknis, tetapi juga mengangkat potensi hilirisasi produk berbasis bahan alam lokal.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Dharma Bangsa yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Dalam kesempatan tersebut, Lidya Setiasari, Wakil Kepala Sekolah Dharma Bangsa, memberikan sambutan bahwa siswa-siswi dapat belajar diluar kelas dengan seru dan senang.
Selama lokakarya berlangsung, para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga melakukan praktik langsung pembuatan sabun dan parfum.
Dengan memanfaatkan sumber daya hayati yang tersedia di lingkungan Kebun Raya, seperti daun kayu putih serta berbagai minyak yang berasal dari daun, bunga, dan batang tanaman, peserta diajak untuk mengenal lebih dekat kekayaan biodiversitas lokal Lampung sekaligus memahami potensi pemanfaatannya dalam industri kosmetik alami.
Menariknya, kegiatan ini juga dikemas secara edukatif dan rekreatif. Para peserta diajak berkeliling kawasan Kebun Raya untuk mengenal berbagai koleksi tanaman secara langsung.
Rangkaian wisata edukasi tersebut mencakup kunjungan ke taman Nepenthes (kantong semar), kebun anggrek, serta berbagai area konservasi tanaman lainnya. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan ilmiah, tetapi juga pengalaman langsung berinteraksi dengan lingkungan alam.
Sebagai bentuk apresiasi dan upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, setiap peserta juga mendapatkan oleh-oleh berupa tanaman yang dapat ditanam dan dirawat di rumah masing-masing.
Lokakarya ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang tidak hanya memberikan edukasi praktis, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat inovasi dan kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Peserta yang hadir menyampaikan kesan-kesan pembuatan parfum dengan antusias. []

Tinggalkan Komentar Anda