Agita Nazara
WARTALAMPUNG.ID, JAKARTA – Agita Nazara, mahasiswi berprestasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang bergengsi Putri Indonesia 2026.
Perwakilan Provinsi Lampung pada pemilihan Putri Indonesia ini sukses mencuri perhatian dengan masuk dalam jajaran Top 3 Best Traditional Costume.
Dalam penampilannya, alumnus SMAN 2 Bandar Lampung ini memukau dewan juri dan penonton dengan balutan kostum bertajuk “Sang Bunga Senja dari Tanah Lampung”, sebuah karya artistik dari Condro Dewi Art yang sarat makna budaya.
Kostum tersebut terinspirasi dari Bunga Pukul Empat, flora khas yang telah lama ditetapkan sebagai identitas alami Provinsi Lampung.
Bunga yang sederhana ini memiliki keunikan karena mekar setiap sore hari, menjadikannya simbol alami penanda waktu bagi masyarakat setempat, sebuah pengingat akan saatnya kembali pulang dan berkumpul bersama keluarga.
Lebih dari sekadar busana panggung, karya ini menghadirkan narasi mendalam tentang waktu dan kesetiaan.
Sosok yang ditampilkan merepresentasikan gadis Lampung yang teguh menjaga tradisi dan nilai-nilai leluhur, layaknya Bunga Pukul Empat yang setia mekar setiap hari tanpa pernah absen.
Melalui kostum ini, Lampung tidak hanya menunjukkan keindahan visual, tetapi juga menyampaikan filosofi kehidupan yang sederhana namun bermakna, tentang keterikatan manusia dengan alam, waktu, dan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Keunikan visual dan kedalaman makna filosofisnya berhasil memikat hati dewan juri, menempatkan Lampung berdampingan dengan perwakilan Banten dan Sumatra Selatan di posisi tiga besar.
Kemenangan ini menambah panjang daftar prestasi Agita.
Sebelum melangkah ke panggung Putri Indonesia, dara berusia 18 tahun ini telah dikenal melalui berbagai pencapaian, di antaranya Paskibraka nasional tahun 2023 mewakili Lampung di Istana Negara.
Prestasi lainnya, yakni sebagai Muli Tulangbawang 2024, duta daerah yang aktif mempromosikan kearifan lokal, Duta Wisata Digitalisasi Indonesia 2025 yang fokus pada penggabungan teknologi dan pariwisata. []

Tinggalkan Komentar Anda