Pendiri Duajurai
Wartalampung.id, Bandar Lampung — Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi Duajurai.com, Juwendra Asdiansyah, menilai mutu media massa saat ini semakin sulit ditemukan. Menurutnya, dunia jurnalistik sedang berada pada kondisi yang memprihatinkan, terutama dari sisi kualitas pemberitaan.
Pandangan tersebut disampaikan Juwendra saat ditemui dalam kegiatan Kongko Akhir Tahun dan Reuni Duajurai ++ yang digelar pada Senin, 16 Desember 2025, mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai, bertempat di Nuwono Tasya, Rajabasa, Bandar Lampung.
Sebagai orang yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik, Juwendra membandingkan kondisi media saat ini dengan masa ketika ia masih aktif di media cetak. Ia menyebut, pada masa tersebut proses produksi berita dilakukan secara serius, melalui tahapan berlapis, serta berpegang kuat pada prosedur dan kode etik jurnalistik.
“Nah, ini semua hampir hilang. Sekarang yang penting cepat,” katanya.
Ia menilai, orientasi kecepatan membuat isi pemberitaan menjadi seragam dan menurunkan kualitas jurnalistik. Padahal, menurutnya, jurnalisme yang baik memiliki peran penting dalam membentuk mutu informasi di masyarakat.
“Media massa yang bagus itu menentukan kualitas informasi di masyarakat,” ujarnya.
Juwendra juga menegaskan bahwa saat ini, media massa seharusnya tidak takut bersaing dengan media sosial. Menurutnya, media sosial memiliki keterbatasan dari sisi kedalaman dan validitas informasi yang lemah.
Sedangkan menurutnya, dalam jurnalisme terdapat disiplin verifikasi yang ketat sebelum sebuah informasi dipublikasikan.
“Dalam jurnalisme, satu fakta itu harus diuji berkali-kali. Ada disiplin dalam verifikasi. Informasi harus dicek dan recheck sampai kita yakin betul bahwa itu fakta,” ujarnya.
Namun demikian, ia menyayangkan praktik media massa saat ini yang dinilainya justru hanya memindahkan informasi dari media sosial, yang akhirnya membuat kondisi media massa semakin terpuruk.
Menurut Juwendra, media massa sebenarnya masih memiliki potensi keunggulan yang tidak dimiliki media sosial, namun potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.
Ia menekankan, selama media tetap setia pada nilai-nilai luhur jurnalisme dan bekerja secara profesional dalam memproduksi karya jurnalistik, maka jurnalisme masih dapat bertahan.
Sebagai penutup, Juwendra berharap dunia jurnalistik terus melahirkan wartawan-wartawan yang baik. Menurutnya, jika proses tersebut terhenti, maka kualitas jurnalisme akan semakin menurun.
“Kalau produksi wartawan baik ini berhenti, yang tersisa adalah wartawan-wartawan jelek. Sekarang ini jumlah wartawan yang buruk lebih banyak daripada wartawan yang baik,” katanya.
Ia menambahkan bahwa perubahan merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, menurutnya, insan media harus terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Perubahan itu selalu terjadi. Tugas kita adalah belajar dan beradaptasi dengan dunia yang terus bergerak,” tutupnya. [Nathania Shakira]

Tinggalkan Komentar Anda