Bandar Lampung

Fidhea Pinaring Gusti Soroti Manajemen Waktu sebagai Kunci Pengembangan Organisasi

Fidhea Pinaring Gusti Soroti Manajemen Waktu sebagai Kunci Pengembangan Organisasi

Fidhea Pinaring Gusti. | Dandy HR

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Fidhea Pinaring Gusti, Duta Bahasa Nasional 2024, memaparkan perihal manajemen waktu kemarin.

Fidhea menyampaikan itu kala menjadi narasumber dalam Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) Pendidikan Bahasa dan Seni (PBS) 2025 kemarin.

Ia memberikan fokus besar pada manajemen waktu.

Materi mengenai kemampuan mengatur waktu menjadi fondasi utama agar mahasiswa tidak menjadi “budak organisasi”.

Fidhea menekankan, sebelum seseorang mampu mengelola organisasi, ia harus terlebih dahulu mampu mengelola dirinya sendiri.

“Kenali diri kalian: produktifnya kapan? Pagi hari, siang, atau malam? Dari situ baru kalian bisa menyusun ritme kerja yang tepat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, manajemen waktu bukan sekadar membuat jadwal, melainkan mengatur energi agar pekerjaan dapat dilakukan dengan kualitas terbaik.

Salah satu poin menarik adalah penggunaan kuadran manajemen waktu Stephen Covey, yang membagi aktivitas menjadi penting dan mendesak hingga tidak penting dan tidak mendesak.

Fidhea memberikan contoh situasi nyata mahasiswa dalam menentukan prioritas, membuat peserta lebih mudah memahaminya.

Selain itu, ia menjelaskan tiga gaya manajemen waktu yang umum ditemui, yaitu:

  1. Terstruktur, cocok untuk tugas rutin dan tenggat yang ketat.
  2. Fleksibel, cocok untuk kreativitas, inovasi, dan bertukar pikiran.
  3. Delegatif, fokus pada pembagian tugas saat memimpin tim.

“Tidak semua hal bisa terjadwal sempurna. Ada kondisi yang membutuhkan spontanitas dan adaptasi yang merujuk pada tantangan organisasi yang sering berubah secara mendadak,” ujarnya.

Materi kemudian dilanjutkan pada manajemen konflik, bagian penting dari manajemen organisasi. Fidhea memaparkan lima langkah, mulai dari identifikasi masalah, pengambilan keputusan, dukungan pihak ketiga, komunikasi efektif, hingga kesepakatan bersama.

Ia mengingatkan bahwa komunikasi transparan dalam grup organisasi jauh lebih baik daripada pesan personal yang berpotensi disalahartikan.

Di akhir sesi, Fidhea mengutip pepatah Afrika, “Jika kamu ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tapi jika kamu ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama.”

Pesan itu agar peserta LKMM-TD mampu membangun organisasi yang solid melalui pengelolaan waktu, komunikasi, dan konflik secara bijak. [Dandy HR]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda