Bandar Lampung

Latihan Kepemimpinan Mahasisw Bahasa dan Seni FKIP Unila, M Endi Syaputra Bawakan Materi Teknik Sidang

Latihan Kepemimpinan Mahasisw Bahasa dan Seni FKIP Unila, M Endi Syaputra Bawakan Materi Teknik Sidang

M. Endi Syaputra (kanan). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ketua Umum HMJPBS 2022, M. Endi Syaputra, hadir sebagai pemateri kedua dalam kegiatan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (HMJPBS) bekerja sama dengan Ikatan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IMABSI), Ikatan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis (IMASAPRA), dan Sekelik Himpunan Prodi Pendidikan Bahasa Lampung (Sekubal).

Kegiatan berlangsung di Aula B Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung, Minggu, 16/11/2025.

Dalam materinya, Endi membawakan topik mengenai teknik sidang sebagai bekal penting bagi mahasiswa dalam berorganisasi.

Ia menekankan bahwa penguasaan teknik persidangan tidak hanya dibutuhkan dalam forum resmi, tetapi juga menjadi kemampuan dasar untuk membangun komunikasi efektif, memahami alur pembahasan, serta menjaga etika dalam pengambilan keputusan.

Endi menjelaskan sejumlah komponen penting dalam teknik sidang, mulai dari tata tertib, alur persidangan, peran pimpinan sidang, hingga cara menyampaikan pendapat yang terstruktur.

Menurut dia, kualitas organisasi juga dapat tercermin dari bagaimana sebuah sidang dijalankan.

“Kalau organisasinya bisa menerapkan teknik sidang dengan baik, kualitas organisasi itu juga bisa dikatakan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, penting bagi setiap pengurus maupun peserta forum untuk memahami teknik sidang, terutama karena dalam organisasi biasanya terdapat sidang besar yang dilaksanakan satu tahun sekali pada akhir periode, yakni musyawarah besar.

Dengan penguasaan teknik sidang yang baik, mubes tidak hanya menjadi agenda tahunan untuk menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar menjadi forum yang bernilai dalam proses evaluasi dan pengambilan keputusan organisasi.

“Karena ada yang melaksanakan mubes hanya untuk menggugurkan kewajiban saja. Jadi sekadar dilaksanakan tanpa menekankan pentingnya sakralitas sidang,” lanjutnya.

Melalui pemaparan tersebut, Endi berharap mahasiswa mampu berpartisipasi aktif, kritis, dan memahami proses persidangan dengan benar sebagai bagian dari penguatan budaya organisasi. [Delima Kurnia]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda