Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung Hanita Fahrial menyerahkan hadiah. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Nuansa haru dan kebanggaan memenuhi Balai Keratun Provinsi Lampung ketika para pemenang Lomba Hari Ayah yang digelar PW Salimah Lampung diumumkan pada Sabtu, (15/11).
Tahun ini, sorotan kegiatan bukan hanya pada talkshow dan rangkaian acaranya, melainkan pada karya-karya para pelajar se-Lampung yang berhasil menerjemahkan sosok ayah dalam karya visual dan tulisan yang penuh nyawa.
Pada kategori video, para peserta menunjukkan bahwa kisah tentang ayah dapat disampaikan melalui kreativitas yang segar dan menyentuh.
Rafie Khaizuran Putra dari SMA Negeri 2 Bandar Lampung muncul sebagai juara pertama berkat narasi kuat dan penggambaran ayah sebagai figur yang hadir tanpa banyak kata.
Disusul oleh Mufid Nur Aulia Dzakki Robbani dari SMA Negeri 1 Banjar Agung yang menampilkan pendekatan dokumentatif yang jujur dan mengena.
Arsyad Alfatih Wibawa dari SMPIT Darul Ilmi juga mencuri perhatian lewat video singkat yang intens dan penuh emosi, mengantarkannya pada posisi juara ketiga.
Pesona kehangatan ayah juga terpancar dari kategori foto. Dalam satu bidikan, para peserta mampu menangkap hubungan yang seringkali tak terucap antara ayah dan anak.
Dzuu Fadllin Fayyaasy Wijaya dari SMP Negeri 25 Bandar Lampung berhasil menjadi juara pertama dengan foto yang memperlihatkan sisi lembut seorang ayah di balik ketegasan sikapnya.
Sementara itu, Yogas Ramadan dari SMA Negeri 1 Padang Cermin meraih juara kedua melalui komposisi visual yang kuat.
Juara ketiga diraih oleh Allena Keisya Andrinanta dari SMP Negeri 25 Bandar Lampung, yang menyajikan potret ayah dalam dinamika keseharian yang hangat.
Pada mategori esai, para pelajar menumpahkan suara hati mereka dengan jujur. Zalima dari SMA Negeri 1 Padang Cermin meraih juara pertama dengan tulisan yang menggambarkan ayah sebagai sumber ketenangan sekaligus pendorong mimpi.
Aqila Khairunnisa dari SMA Negeri 2 Bandar Lampung mengamankan posisi kedua lewat esai yang mengalir lembut dan reflektif.
Ajeng Ayu Prasasty dari SMA Negeri 1 Gunung Sugih menempati juara ketiga dengan narasi yang menunjukkan betapa pentingnya kehadiran ayah dalam proses tumbuh remaja.
Selain itu, sebuah apresiasi khusus diberikan kepada Zahra Dini Aulia dari SMA Negeri 1 Gedong Tataan sebagai Juara Inspiratif, karena keberaniannya mengangkat kisah perjuangan ayah yang jarang disuarakan.
Pada kesempatan itu, Ketua PW Salimah Lampung, Rita Aprilyawati, menyampaikan bahwa momentum Hari Ayah harus menjadi cara masyarakat untuk kembali mengenali peran sosok yang jarang bercerita tentang lelahnya, tetapi tak pernah berhenti menjaga keluarganya.
Dari perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hanita Fahrial juga mengingatkan bahwa ayah memegang peran fundamental yang sering tak tampak namun terasa dalam arah dan kekokohan keluarga.
Materi talkshow yang disampaikan oleh Nadirsah Hawari memperdalam suasana reflektif tersebut. Ia menegaskan bahwa banyak dinamika keluarga modern dipengaruhi oleh hadir atau tidaknya figur ayah dalam keseharian.
Momentum Hari Ayah, menurutnya, adalah ruang bagi masyarakat untuk kembali menghargai kehadiran mereka yang diam-diam menjadi penopang utama kehidupan rumah.
Gelaran lomba ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi generasi muda Lampung untuk menyampaikan kembali satu pesan penting, bahwa ayah mungkin tidak selalu bercerita, tetapi cinta mereka hadir dalam setiap langkah yang diam-diam menuntun keluarga. []

Tinggalkan Komentar Anda