Arman AZ (kiri) dalam diskusi publik gelaran Teknokra Unila. | Dandy HR
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dalam forum Diskusi Publik yang diadakan oleh Teknokra Unila di Rumah Kawan 2, Kedaton, kemarin, sejarawan Arman Arifin Zainal mengkritik pola penetapan pahlawan nasional yang dinilainya masih terpusat di Pulau Jawa.
Ia menyebutkan, dari sepuluh pahlawan nasional yang ditetapkan tahun ini, enam berasal dari Jawa dan hanya empat dari luar Jawa.
Fenomena ini menunjukkan adanya ketimpangan representasi sejarah antara pusat dan daerah.
Arman menilai, publik cenderung teralihkan pada isu kontroversial, seperti penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional, sementara persoalan yang lebih penting seperti pemerataan pengakuan terhadap tokoh-tokoh daerah luput dari perhatian.
Menurut dia, setiap tahun bangsa ini mengalami siklus kepahlawanan yang berulang tanpa makna mendalam.
Menjelang Hari Pahlawan, wacana tentang sosok pahlawan memang ramai dibicarakan, namun menghilang begitu saja beberapa hari setelahnya.
Arman menyebutkan, sebagian besar masyarakat Lampung sendiri masih kurang mengenal pahlawannya, termasuk Raden Intan dan KH Ahmad Hanafiah.
Ia menemukan banyak perbedaan versi dalam penulisan biografi tokoh-tokoh tersebut, bahkan hingga soal tanggal lahir dan wafatnya. Hal ini menunjukkan lemahnya perhatian terhadap pelestarian sejarah lokal.
“Kita perlu menulis ulang biografi pahlawan Lampung agar generasi sekarang tahu siapa yang sebenarnya memperjuangkan daerah ini.” katanya.
Arman juga menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan dan instansi kebudayaan dalam memperbaiki dokumentasi sejarah lokal.
Kata Arman, banyak pahlawan Lampung yang perannya besar dalam perjuangan kemerdekaan, tetapi namanya hilang dari narasi nasional.
Arman mengkritik itu menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga ingatan sejarah bukan hanya tugas pemerintah pusat, melainkan juga tanggung jawab kolektif dari lembaga-lembaga sejarah Lampung, pihak kampus yang memiliki fakultas atau prodi yang berhubungan dengan sejarah, serta masyarakat daerah. [Dandy HR]

Tinggalkan Komentar Anda