Arman AZ (kiri). | Dandy HR
Wartalampung.id, Bandar Lampung — Sejarawan Lampung Arman Arifin Zainal menyoroti belum ditetapkannya Mr Gele Harun Nasution sebagai pahlawan nasional dalam Diskusi Publik yang diadakan oleh Teknokra Unila yang bertajuk “Merebut Narasi Kepahlawanan: Antara Fakta, Ingatan, dan Disinformasi” di Rumah Kawan 2, Kedaton, Rabu, 12/11/2025.
Gele Harun merupakan satu-satunya tokoh asal Lampung yang diusulkan sebagai pahlawan nasional tahun ini.
Padahal, jejak sejarahnya dinilai lengkap mulai dari kiprahnya sebagai Residen Lampung, hubungan kedekatan dengan Bung Karno, hingga dokumentasi sejarah yang masih terarsip dengan baik. Namun, sejak pengusulan pada 2018, namanya belum juga disahkan di tingkat pusat.
Arman menilai, penyebab utamanya terletak pada kurangnya pengawalan politik dari pemerintah provinsi.
Pengusulan tersebut telah melewati tiga periode kepemimpinan gubernur, namun tidak ada tindak lanjut yang kuat dari daerah ke pusat.
Ia menyebutkan, perjuangan keluarga Gele Harun bahkan telah berlangsung selama lebih dari tujuh tahun tanpa hasil. Kendala ini bukan hanya administratif, melainkan juga politis.
Tokoh yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Daerah Lampung pada masa Gubernur M. Ridho Ficardo itu seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah provinsi.
Sebab, upaya menjadi pahlawan nasional membutuhkan dukungan lintas lembaga dan komitmen berkelanjutan.
Sebagai perbandingan, Lampung berhasil mengusulkan KH Ahmad Hanafiah tahun lalu.
Namun, Arman mengingatkan bahwa masih banyak tokoh lokal lain yang belum diangkat ke tingkat nasional.
Menurutnya, kelengkapan data dan kontribusi Gele Harun sudah cukup kuat untuk menjadikannya pahlawan nasional.
“Masalahnya bukan pada kurangnya bukti sejarah, melainkan pada lemahnya komitmen politik daerah untuk mengawal proses ini.” ujarnya. [Dandy HR]

Tinggalkan Komentar Anda