Mitra Bentala edukasi penanganan sampah plastik. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sebanyak 85 siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Kelurahan Kotakarang mendapatkan edukasi tentang pengelolaan sampah khususnya penanganan sampah plastik, Jumat, 26/9/2025.
Edukasi dilakukan oleh lembaga yang peduli dengan isu sampah yakni Mitra Bentala bersama GPAP (Global Plastic Action Pathership). Acara dilakukan di lapangan sekolah setempat.
Nasiroh yang mewakili kepala sekolah menyambut baik adanya edukasi ini untuk murid-muridnya.
Kata dia, anak-anak penting diberi pemahaman dan pengetahuan agar sejak dini peduli dengan sampah.
Mashabi, Manajer Advokasi dan Kajian mewakili Direktur Mitra Bentala menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah dan muridnya yang sangat antusias mengikuti acara edukasi lingkungan ini.
Kata Mashabi, acara ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang sampah khususnya sampah plastik yang susah terurai dan menjadi masalah bagi lingkungan.
Dengan adanya kegiatan ini ia berharap murid-murid menjadi generasi penerus yang peduli terhadap sampah dan penangannya.
Mashabi mengatakan, generasi muda khususnya anak dan remaja memiliki peran penting dalam permasalahan sampah plastik.
Mereka adalah kelompok usia yang tidak hanya aktif secara sosial, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai agen perubahan.
Like Sepnina, pemateri, memperkenalkan berbagai jenis sampah seperti organik dan nonorganik.
Faris yang menjadi salah satu pemateri juga memperkenalkan sampah-sampah nonorganik atau yang susah terurai seperti bahan plastik yang membutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun untuk terurai. Misalnya botol plastik.
Abdul dan Putri, murid setempat, senang karena tahu berbagai jenis sampah. Namun, kesadaran dan pengetahuan siswa terhadap bahaya serta cara penanganan sampah plastik masih tergolong minim.
”Tanpa edukasi yang tepat, generasi muda bisa menjadi bagian dari masalah, bukan solusi,” tambah Mashabi.
Ketidaktahuan generasi muda menjadi sumber pemasalahan, penggunaan makanan dan minuman kemasan plastik yang digunakan dalam jumlah melimpah merupakan akar utama permasalahan. []

Tinggalkan Komentar Anda