Michelle Sasha Sidabalok
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Michelle Sasha Sidabalok, Duta Genre Universitas Lampung 2025 yang juga mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP, menjadi narasumber dalam seminar online yang digelar Pajer Anti Bullying (PAB) Community.
Seminar ini mengangkat tema perundungan (bullying) dan tengkes (stunting), dua isu penting yang dinilai masih marak terjadi di Indonesia, khususnya di kalangan remaja, Sabtu, 13/9/2025.
Salah satu yang ia kampanyekan adalah menyukseskan Indonesia Emas 2025. Sasha bilang, pola hidup bersih dan sehat, serta kesadaran remaja putri mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin, menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Oleh karena itu, ia mengajak remaja putri mengonsumsi itu sehingga tidak mengalami anemia atau kekurangan jumlah sel darah merah.
Sasha menjelaskan, keterlibatannya sebagai narasumber tidak lepas dari kolaborasi antara PAB Community dengan para duta dari berbagai daerah yang memiliki fokus serupa.
Kata dia, perundungan termasuk perilaku berisiko yang menjadi perhatian utama Genre, sedangkan tengkes juga tengah menjadi fokus BKKBN melalui program Gending (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
”Keduanya sangat berkorelasi dengan tujuan Genre membangun generasi sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya kepada wartalampung.id hari ini.
Sasha juga menekankan pentingnya peran remaja dalam menyikapi fenomena bullying, terutama di era digital yang rentan terhadap cyber bullying.
Ia juga mengingatkan agar remaja meningkatkan life skill seperti pengendalian emosi, mengenali diri, serta membuat keputusan tepat sesuai rekomendasi WHO, guna mencegah perilaku berisiko.
Selain itu, Sasha turut membahas urgensi pencegahan stunting yang masih banyak ditemukan di Lampung.
Pengalaman berkesan turut ia bagikan saat menerima komentar dari peserta penyandang tuli yang menulis salam lewat kolom komentar.
“Itu membuat saya merasa terharu. Saya jadi semakin termotivasi untuk terus mengedukasi siapa pun, kapan pun, dan dimana pun,” kata Sasha.
Menutup sesi, Sasha menyampaikan pesan kepada generasi muda agar mampu menghentikan perundungan serta menjaga kesehatan diri sejak remaja.
“Kita adalah generasi penerus bangsa. Indonesia Emas 2045 bisa terwujud jika kita melahirkan generasi hebat, sehat, dan cerdas. Semua itu bisa diubah jika kita mau memulai dari hari ini,” tutupnya. [Delima Kurnia B]

Tinggalkan Komentar Anda