Sosialisasi uji kemahiran berbahasa Indonesia adaptif di Teknokrat.
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Balai Bahasa Provinsi Lampung mengadakan Sosialisasi Uji Kemahiran Bahasa Indonesia Adaptif pada 28 s.d. 29 Juli 2025 di Auditorium Universitas Teknokrat Indonesia.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Suslina Sari.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi siswa dalam mengikuti UKBI adaptif di sekolah.
“Jangan menunggu UKBI menjadi kewajiban, tetapi jadikan UKBI sebagai budaya mutu di sekolah,” ujar Suslina dalam sambutannya.
Selain itu, ia juga mengharapkan partisipasi guru untuk mengintegrasikan UKBI dengan pembelajaran literasi dan numerasi di sekolah agar saling bersinergi.
Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta, baik kepala sekolah maupun guru yang berasal dari tiga jenjang sekolah (SMP, SMA, dan SMK) se-Bandar Lampung.
Para peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai UKBI dan teknis pengujian, tetapi juga melaksanakan uji UKBI secara daring.
Soal-soal yang disajikan meliputi kemahiran menyimak, kemahiran membaca, dan merespons kaidah, tanpa dua kemahiran lainnya, yakni kemahiran menulis dan kemahiran berbicara. Para peserta mendapat hasil nilai yang bervariasi, mulai dari marginal sampai dengan istimewa.
Pada akhir kegiatan, peserta menandatangi komitmen bersama pelaksanaan UKBI. Selain itu, mereka diminta juga untuk mengisi jumlah target dalam pelaksanaan UKBI di instansi masing-masing.
“Setelah kegiatan sosialisasi ini, para peserta akan melakukan pengimbasan berupa pengujian UKBI kepada para siswa di sekolah masing-masing” ujar Halimi Hadibrata, Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung.
Kegiatan Sosialisasi UKBI Adaptif ditutup oleh Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi Lampung, Rima Ulfayanti. Rima mengajak peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam memajukan bahasa Indonesia dan menyatukan komitmen untuk mengutamakan bahasa Indonesia.
Antusiasme peserta tampak dari partisipasi mereka dalam diskusi dan tanya jawab selama berkegiatan. Pertemuan ini diharapkan menjadi awal bagi pihak sekolah untuk dapat menyelenggarakan UKBI di sekolah masing-masing. []

Tinggalkan Komentar Anda