Siswa SMAN 2 Bandar Lampung jajan di bazar UMKM lewat secara nontunai. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Saat bazar UMKM dibuka sebagai satu mata acara HUT ke-60 dan reuni akbar SMAN 2 Bandar Lampung di sekolah, siswa dan guru antusias.
Mereka mendapat alternatif jajanan baru. Sejak dibuka pada Kamis, 31 Juli 2025, antusiasme siswa jajan di bazar UMKM ini luar biasa.
Sebelum merembang petang, sejumlah isi kulkas pemilik UMKM ludes.
Aulia Cahyati, panitia bazar, mewakili panitia lain, Apridayani dan Azmy Rahman Arif, mengatakan, antusiasme siswa dalam berbelanja memang luar biasa. Di dua hari itu juga, Kamis dan Jumat, penggunaan jenis pembayaran nontunai atau lazim dikenal QRIS melonjak tajam.
QRIS adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, sebuah standar nasional untuk kode QR yang digunakan dalam sistem pembayaran digital di Indonesia.
QRIS dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk mempermudah dan mempercepat transaksi pembayaran menggunakan berbagai aplikasi pembayaran digital.
Aulia mengatakan, pembayaran nontunai oleh guru dan siswa Smanda–akronim akrab SMAN 2 Bandar Lampung–rupanya sudah membudaya. Hal ini juga memudahkan pemilik usaha. Mereka tak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak.
Syukurnya juga, semua pemilik UMKM yang mengikuti bazar sudah mempersiapkan diri dengan barcode khusus untuk mudah dipindai lewat ponsel siswa dan guru.
Pemilik salah satu lapak di bazar UMKM, Mimi Kitchen (Cheesecake-tiramisu), juga bersyukur pembeli kebanyakan membayar menggunakan QRIS.
Aulia beryukur pelaksanaan bazar selama tiga hari lancar. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pemilik UMKM yang membuka gerai. []

Tinggalkan Komentar Anda