Peserta pelatihan pembuatan produk olahan abon berbahan dasar ikan lele. | Dokumentasi Itera
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dosen Program Studi Teknologi Pangan Institut Teknologi Sumatera (Itera) telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Lapas Bandar Lampung, Jumat, 11/7/2025.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang warga binaan dan dilaksanakan oleh tim dosen serta mahasiswa, dengan tujuan memberikan pelatihan pembuatan produk olahan abon berbahan dasar ikan lele.
Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Lapas Perempuan, Ratna Dwi Lestari. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi dunia pendidikan dalam pemberdayaan warga binaan.
Ia menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah nyata dalam memberikan keterampilan produktif kepada para penghuni lapas. Sambutan juga disampaikan oleh Koordinator Program Studi Teknologi Pangan Itera, Lasuardi Permana yang menekankan pentingnya pembekalan keterampilan baru bagi warga binaan.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga bagi mereka untuk kembali ke masyarakat dengan kemampuan yang lebih baik, serta menjadi awal dari kegiatan yang berkelanjutan.
Materi pelatihan disampaikan oleh Okti Ruenda yang menjelaskan secara perinci proses pembuatan abon dari ikan lele. Ikan lele dipilih karena kandungan gizinya yang tinggi, mudah dibudidayakan, dan telah tersedia di lingkungan lapas.
Ikan lele mengandung Omega-3 yang baik bagi perkembangan otak. Namun, selama ini pemanfaatannya masih terbatas sebagai bahan konsumsi harian.
Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong inovasi pengolahan produk berbasis ikan lele.
Setelah sesi penyampaian materi, dilakukan demonstrasi pembuatan abon lele yang dipandu oleh para dosen dan dibantu oleh mahasiswa.
Proses dimulai dari pengukusan ikan lele, lalu pemisahan daging ikan dari tulangnya, penghalusan daging, hingga pencampuran dengan bumbu yg sudah ditumis untuk menghasilkan citarasa yang lezat dan tahan lama.
Produk ini dapat digunakan sebagai pendamping MPASI dan dikonsumsi oleh segala umur. Para peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias sejak pagi hari. Untuk mengukur efektivitas pelatihan, dilakukan prates dan pascates sebagai bagian dari evaluasi kegiatan
Kegiatan pengabdian ini menjadi bukti nyata komitmen Itera dalam menjalankan peran tridharma perguruan tinggi, sekaligus membangun kerja sama yang bermakna antara institusi pendidikan dan lembaga pemasyarakatan.
Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya warga binaan perempuan di Lapas Bandar Lampung. []

Tinggalkan Komentar Anda