Bandar Lampung

Sosok Guru Anak Berkebutuhan Khusus SMA Tunas Mekar Indonesia: Saya Septi, Saya Inklusi

Sosok Guru Anak Berkebutuhan Khusus SMA Tunas Mekar Indonesia: Saya Septi, Saya Inklusi

Septi Kurnia Putri

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Septi Kurnia Putri lahir pada 27 September 1986. Ia memulai pendidikannya di SD Cinta Manis, Sumatera Selatan.

Ia kemudian melanjutkan sekolah menengah pertamanya di SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung.

Selanjutnya ia bersekolah di SMAN 5 Bandar Lampung.

Pilihan kuliah Septi adalah FKIP Universitas Lampung.

Awalnya ia tidak memilih untuk menjadi guru/pengajar. Namun, disebabkan belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai, akhirnya ia memilih untuk melamar menjadi guru.

Singkat cerita, setelah mengirimkan lamaran ke berbagai sekolah, ia diterima di SMA Tunas Mekar Indonesia (TMI) Bandar Lampung.

Awalnya ia tidak ada pikiran sama sekali untuk mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK). Tetapi ia yang terpilih untuk mengatur divisi tersebut.

Awalnya ia khawatir, takut tidak bisa mengajar anak anak tersebut. Tetapi akhirnya ia mencoba untuk belajar dan mencoba beradaptasi dengan anak anak ABK.

Selang tidak lama setelah mengajar anak anak tersebut, ia merasakan dampak positif. Kini ia merasa lebih bersyukur dan juga belajar untuk lebih ikhlas lagi dalam menerima banyak hal di dalam hidup.

Dampak positif lain yang Septi rasakan juga ia bisa belajar dari anak-anak tersebut, tentang makna hidup dan nilai-nilai moral.

Menurut Septi, anak anak berkebutuhan khusus memiliki potensi uniknya masing-masing. Misalnya, Altaf. Ia memiliki bakat unik, yaitu bisa menirukan semua suara hewan dan juga membuat semua bentuk hewan dari kertas origami.

Itu menjadi salah satu bukti bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki potensi uniknya sendiri.

Septi mengajak semua untuk harus lebih bersyukur dan ikhlas, serta menerima semua keadaan yang terjadi di hidup kita.

”Tugas kita terus belajar dan mengambil sisi positif dari setiap hal yang terjadi,” katanya, Selasa lalu, 14/1/2025.

“Anak inklusi adalah anak istimewa yang harus diusahakan untuk mandiri. Saya Septi, saya inklusi.” [Al Fadhalli Prabowo/Arasy Arshavian Djohan/Khanza Atallah Bangsawan/Ahmad Nafi Hariza/Rava Alvarezza/SMA TMI Bandar Lampung]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda