Berita Foto Ruwajurai Lampung Barat

Meski Pandemi, Susanti di Desa Purajaya Kebuntebu Lampung Barat Tetap Semangat Bikin Tempe

Meski Pandemi, Susanti di Desa Purajaya Kebuntebu Lampung Barat Tetap Semangat Bikin Tempe

Susanti, perajin tempe di Desa Purajaya, Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat. | Liana Sari

Susanti, perajin tempe di Desa Purajaya, Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat. | Liana Sari

Wartalampung.id, Liwa – Tak ingin terpuruk di tengah pandemi,  Susanti tetap memproduksi tempe bikinan sendiri. Susanti, seorang produsen tempe di Desa Purajaya, Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat, tetap memproduksi tempe di tengah meroketnya harga kedelai.

Ia mengaku, termotivasi dari banyaknya perajin tempe yang sukses. Saat ini usaha yang dirintis sejak satu tahun lalu bisa membantu untuk menambah pemasukan keluarganya di tengah pandemi covid-19 seperti sekarang.

“Motivasinya karena banyak perajin tempe yang sukses. Terus juga produksi tempe ini enggak terlalu memakan tenaga. Jadi cocok buat ibu-ibu kayak saya. Terus karena kami mulainya baru dari tahun 2020 ya  jadi buat sekarang bisalah buat bantu-bantu kebutuhan rumah tangga,” ujarnya kepada wartalampung.id hari ini.

Dia mengatakan, usahanya ini banyak mengalami kendala. Antara lain harga kedelai yang naik. Begitu juga dengan harga plastik.

“Buat tempe itu kan harus bersih banget, jadi ya kalau kurang bersih gagal tempenya. Ditambah sekarang lagi pandemi corona juga,” kata Susanti.

Susanti mengatakan, tingginya kedelai membuat ia terpaksa memperkecil ukuran tempe. Ukuran yang biasanya 150 gram kini menjadi 130 gram.

Ia menuturkan, pemerintah seharusnya turut andil agar harga kedelai kembali normal.  “Harapannya sih pemerintah bisa bantu biar harga kedelai turun seperti biasa dan pandemi ini cepat berlalu,” tutup Susanti. [Liana Sari]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda