Mahasiswa KKN Itera di Desa Selorejo. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Batanghari – Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) pembelajaran pemberdayaan masyarakat (PPM) ke-12 Institut Teknologi Sumatera (Itera) kelompok 153 di Desa Selorejo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur, melakukan kegiatan branding desa sebagai identitas setempat.
Penanggung jawab program kerja branding desa memilih untuk melakukan program ini untuk membuat identitas dari Desa Selorejo sendiri dengan membuat tagline dan identitas visual desa berupa logo, membantu mengubah cara berpikir masyarakat dalam memandang desa maupun luar desa, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi yang dimiliki oleh wilayah ini.
Baca Juga: Mengedukasi Tamu Hajatan Nasi-Lauk Dihabiskan, Kurangi Sampah demi Kelestarian Lingkungan
Desa merupakan jantung kehidupan masyarakat perdesaan. Di balik keindahan alamnya, desa juga memiliki potensi yang perlu dikenali dan diapresiasi oleh masyarakat luas.
Dalam rangka memperkenalkan desa secara lebih baik, mahasiswa KKN memiliki peran strategis dalam membangun citra desa melalui branding.
Branding desa dilakukan dengan menciptakan identitas yang kuat untuk Desa Selorejo. Program kerja ini melibatkan pengembangan elemen visual seperti logo, tagline, peta desa, video profil desa, dan juga media sosial yang mencerminkan karakter dan potensi desa.
Tujuan utamanya adalah agar desa lebih mudah dikenali dan diingat oleh masyarakat desa serta para pengunjung.
Salah satu elemen penting dalam branding desa adalah logo desa. Logo ini bukan sekadar gambar, melainkan juga merepresentasikan nilai-nilai, sejarah, dan potensi desa.
Berikut adalah beberapa langkah dalam merancang logo desa:
1. Mahasiswa KKN PPM Itera kelompok 153 melakukan survei tentang desa, menggali informasi tentang sejarah, budaya, kekayaan alam, dan potensi lainnya.
2. Melibatkan masyarakat dalam proses perancangan logo. Apa yang mereka banggakan dari desa? Apa yang ingin mereka sampaikan melalui logo?
3. Berdasarkan penelitian dan masukan dari masyarakat, mahasiswa merancang logo yang mencerminkan karakter desa. Logo ini bisa berisi simbol-simbol lokal, bentuk alam, atau elemen khas desa.
4. Setelah logo selesai dirancang, mahasiswa memastikan logo ini digunakan secara konsisten dalam berbagai media, seperti spanduk, brosur, dan situs web desa.
5. Mahasiswa KKN juga membuatkan media sosial seperti Instagram.
Selain membuatkan logo sebagai identitas desa mahasiswa KKN PPM Itera Kelompok 153 membuatkan peta administrasi dan peta persebaran sarana dan prasarana.
Di mana pembuatan peta tersebut mempermudah masyarakat Selorejo dalam pemahaman wilayahnya.
Kegiatan branding desa sebagai bagian dari KKN juga dapat memberikan manfaat ganda. Selain membantu desa dalam membangun identitas yang kuat, mahasiswa juga dapat memperoleh pengalaman berharga dalam mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang dimiliki dalam konteks nyata.
Hal ini dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan di masa depan, serta memperluas wawasan dan pemahaman mengenai keberagaman budaya dan potensi lokal di Indonesia.
Dengan adanya branding desa diharapkan mampu membantu perangkat Desa Selorejo dan sesuai dengan harapan dari perangkat maupun masyarakat desa itu sendiri. Sehingga output yang dihasilkan dari program kerja ini dapat bermanfaat dan digunakan sebaik-baiknya. []

Tinggalkan Komentar Anda