Tohir Bahnan Al-Fatih. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Bandar Lampung Tohir Bahnan Al-Fatih mendorong pemuda khususnya mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan demokrasi yang berkeadilan pada Pemilu 2024 mendatang. Demikian siaran pers yang diterima redaksi, Ahad, 4/2/2024.
Perhelatan Pemilu yang akan digelar pada 14 Februari 2024 mendatang menjadi momen penting bagi partisipasi pemuda dalam proses politik.
Tohir Bahnan menilai, keterlibatan aktif pemuda dalam pemilu merupakan bagian dari kemajuan demokrasi di negeri ini.
Menurutnya, pemuda merupakan tulang punggung masa depan bangsa yang kaya akan visi, energi, dan optimisme.
Dengan semangat perubahan dan keinginan untuk mencapai kesejahteraan bersama, partisipasi pemuda dalam Pemilu 2024 dapat mendorong terwujudnya perubahan yang nyata dan adil.
Selain itu, kata dia, pemuda juga dapat menggunakan kekuatan media sosial untuk menyuarakan aspirasi mereka. Dengan memiliki akses yang luas dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan efektif, pemuda dapat memengaruhi opini publik, meningkatkan kesadaran politik, dan menggerakkan perubahan melalui platform digital.
Kata Tohir, partisipasi pemuda yang kuat dalam Pemilu 2024, diharapkan akan muncul pemimpin-pemimpin yang memiliki visi jangka panjang, integritas yang tak tergoyahkan dan komitmen untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam konteks pemilu 2024, pemuda memiliki peluang untuk menciptakan perubahan positif bagi bangsa ini.
Dengan semangat kepemudaan yang tinggi, prinsip keadilan dan komitmen untuk kebaikan bersama, pemuda dapat berperan sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan masa depan yang lebih baik.
“Melalui partisipasi aktif dan cerdas pemuda, masa depan politik Indonesia dapat menjadi lebih cerah, inklusif, dan berdaya saing. Di sisi lain diperlukan sinergi antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan iklim politik yang kondusif bagi partisipasi pemuda,” kata Tohir.
Partisipasi aktif pemuda dalam pemilu juga harus dipadukan dengan pendidikan politik yang baik. Pendidikan politik dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik mengenai sistem politik, proses pemilu serta isu-isu yang relevan.
Dengan memiliki pemahaman yang mendalam, pemuda dapat mengambil keputusan yang cerdas dan kritis dalam menyikapi isu-isu politik, sehingga pemuda dapat menyebarkan ide-ide, nilai dan program-program yang dianggap penting untuk masa depan bangsa.
Menurut Tohir, pemuda juga dapat menyebarkan ide-ide, nilai dan program-program yang dianggap penting untuk masa depan bangsa.
Di sinilah para mahasiswa sebagai generasi muda dapat berperan lebih dalam menghubungkan antara pentingnya adaptasi teknologi dengan penyesuaian budaya yang ada di masyarakat.
Hal ini sebagai cara untuk membantu memastikan bahwa nilai-nilai tradisional tidak lenyap begitu saja dan tetep lestari dalam belantara era digital.
Tohir menegaskan, mahasiswa memiliki tanggung jawab besar dalam membangun Indonesia yang maju, berkeadilan, serta berkarakter unggul dalam era Society 5.0.
Melalui peran mereka dalam pendidikan, penelitian, inovasi, dan advokasi, mereka dapat membantu membentuk kehidupan masyarakat yang lebih maju, mulia, dan beradab. []

Tinggalkan Komentar Anda