Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

BPS Bandar Lampung Lokakarya Perhitungan Inflasi, OPD Pelajari Interpretasi dan Indikatornya

BPS Bandar Lampung Lokakarya Perhitungan Inflasi, OPD Pelajari Interpretasi dan Indikatornya

Lokakarya BPS Bandar Lampung. | Kezia Permata Sari Sihite

Lokakarya BPS Bandar Lampung. | Kezia Permata Sari Sihite

Wartalampung.id, Bandar Lampung –Badan Pusat Statistik (BPS) Bandar Lampung mengadakan Workshop/Lokakarya Teknik Penghitungan Inflasi dan Analisis di Hotel Emersia, Senin, 18/12/2023.

Acara diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Bandar Lampung.

Acara ini akan berlangsung dua hari sampai dengan hari ini, Selasa, 19/12/2023. Tujuan dari workshop ini adalah untuk sosialisasi teknik penghitungan inflasi, fenomena inflasi, serta indikator yang terkait dengan pembentukan angka inflasi.

Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang cara interpretasi angka inflasi dan indikatornya, serta menyoroti proses penghitungan inflasi dan indikator yang terkait dengan angka inflasi tersebut.

Di samping itu, workshop ini juga akan memberikan pengetahuan mengenai data-data strategis BPS, serta diseminasi hasil sensus pertanian 2023 di Kota Bandar Lampung.

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala BPS Kota Bandar Lampung Akhmad Nasrudin.

Dalam sambutannya, Nasrudin menyampaikan, workshop ini merupakan tempat bagi para peserta untuk berbagi pengetahuan, terutama terkait dengan indikator-indikator strategis yang biasanya digunakan oleh pemerintah.

“Kami akan berbagi pengetahuan terutama terkait indikator-indikator strategis ini, yang biasanya digunakan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah, sebagai bahan evaluasi hasil pembangunan atau sebagai bahan perencanaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nasrudin juga menyampaikan pesan penting terkait perencanaan yang melibatkan indikator.

“Kita harus berhati-hati agar dalam perencanaan kita tidak hanya mengikuti keharusan dari pusat, dengan memasukkan berbagai macam indikator tanpa memahami substansinya. Sehingga, perencanaan yang kita buat akan menjadi tidak benar karena mengabaikan makna dari indikator tersebut,” ungkapnya. [Kezia Permata Sari Sihite]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda