Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Susi Ratu Belia Hidupkan Budaya Lampung melalui Dongeng

Susi Ratu Belia Hidupkan Budaya Lampung melalui Dongeng

Susi Ratu Belia. | Ahmad Fiqih Yudhistira

Susi Ratu Belia. | Ahmad Fiqih Yudhistira

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Susi Ratu Belia menjadi salah seorang pendongeng yang tampil dalam Festival Dongeng yang diselenggarakan di Pasar Kreatif dan Seni, PKOR Way Halim, Sabtu (4/11/2023).

Bukan hanya membawa cerita yang menghibur, melainkan juga mencampurkan unsur budaya Lampung ke dalam kisahnya.

Dalam penampilannya, Susi menghadirkan dongeng berjudul “Si Tamba” yang ada unsur budaya Lampung.

“Saya menghadirkan unsur budaya Lampung karena ini adalah inisiatif pribadi saya dan hati saya Lampung banget,” ujarnya kepada wartalampung.id.

Susi bercerita tentang awal minatnya sebagai seorang pendongeng. Ia mengatakan, dirinya mulai tertarik mendongeng sejak lama tetapi belum ada wadahnya.

Susi mengatakan, dirinya adalah penyiar dari RRI Lampung. Ia mengatakan, dulu ada acara cerita anak di RRI dan dari situ ia mulai tertarik.

Soal Festival Dongeng Lampung, Susi mengatakan, ia bergabung di sini karena sudah menjadi hobinya.

Susi juga percaya, dongeng adalah sarana yang luar biasa untuk menyampaikan pesan-pesan positif melalui cerita.

Menurut Susi, ia memiliki komitmen pribadi untuk menyajikan dongeng dengan bahasa Lampung yang menjadi bagian penting dari budaya.

Susi Ratu Belia dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri sebelum tampil di festival ini.

“Saya mempersiapkan tema cerita, penampilan, dan cara penyampaian cerita dengan saksama agar pesan yang ingin saya sampaikan dapat diterima dengan baik oleh anak anak,” kata dia.

Dia juga menekankan pentingnya dongeng dalam perkembangan anak-anak.

“Dongeng adalah cara yang sangat efektif untuk berinteraksi dengan anak-anak. Mereka merespons lebih baik saat dongeng disampaikan dengan cara yang menghibur dan mengedukasi.”

Susi Ratu Belia juga menggarisbawahi betapa pentingnya literasi dalam dunia modern.

“Meskipun kita hidup dalam era digital, dongeng tetap relevan dan membantu meningkatkan literasi anak-anak. Kadang-kadang, anak-anak tidak tertarik membaca dongeng di ponsel mereka, jadi festival dongeng adalah sarana penting untuk menjaga cinta mereka terhadap cerita.”

Susi berharap Festival Dongeng semakin sering diadakan karena manfaatnya sangat besar.

Menurut dia, anak-anak dapat belajar dan mengasah keterampilan mereka melalui dongeng.

Ia juga mengingatkan para pendongeng untuk tidak hanya berfokus pada berdongeng, tetapi juga pada pesan moral yang disampaikan melalui dongeng. [Ahmad Fiqih Yudhistira]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda