Agus Djumadi mengunjungi perajin rotan di Bilabong Jaya. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Anggota Komisi II DPRD Bandar Lampung Agus Djumadi mengunjungi perajin rotan di Kelurahan Bilabong Jaya, Langkapura, Sabtu kemarin, 16 Januari 2021. Demikian rilis yang diterima wartalampung.id hari ini.
Agus berdialog dan melihat potensi kerajinan rotan yang ada di kelurahan tersebut. Ketua Fraksi PKS DPRD Bandar Lampung itu mengatakan, Ia kagum dengan keberadaan kelompok ini yang ternyata anak-anak muda Langkapura, khususnya di Bilabong Jaya.
Menurut Agus, pada masa pandemi seperti ini, saat ekonomi sedang lesu, dibutuhkan kreativitas seperti ini. Agus bilang, kreativitas yang merangkul anak-anak muda sehingga bisa memanfaatkan waktunya untuk hal yang positif sekaligus mendapat penghasilan dari usaha ini.
“Ini bagus, saya sangat dukung kelompok ini. Silakan diteruskan, saya akan dukung sesuai dengan yang saya bisa. Silakan dilengkapi perizinannya, nanti kami bawa usaha ini ke dinas terkait,” kata dia.
Dicky Fitriansyah, ketua kelompok perajin rotan Bilabong, mengaku bersyukur dikunjungi anggota DPRD Bandar Lampung. Menurut Dicky, keberadaan kelompok ini memerlukan dukungan dari semua pihak untuk dapat terus berkembang.
“Alhamdulillah Lurah Bilabong Jaya sangat mendukung kami. Hari ini pun anggota DPRD Bandar Lampung bersedia melihat kelompok kami. Mudah-mudahan usaha ini bisa terus berkembang dan maju. Bukan hanya untuk Bilabong, melainkan juga se-Lampung,” kata Dicky.
Terkait kendala, Dicky mengatakan kelompoknya membutuhkan mesin untuk membersihkan rotan. Selain itu juga terkait modal untuk membeli bahan baku masih terbatas sehingga tidak bisa memproduksi dalam skala besar.
“Mudah-mudahan dengan kehadiran Agus Djumadi ke sini bisa membantu kami mencarikan solusi,” ujar Dicky.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula Syafarudin, konsultan pendamping dari Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM).
Menurut Syafarudin, kerajinan rotan Bilabong ini sudah sangat layak untuk menjadi lebih besar. Syaratnya, dikelola secara benar dan sungguh-sungguh. Ditambah sedikit kearifan lokal kerajinan rotan Bilabong akan semakin memiliki ciri khas.
“Tinggal ditambah kearifan lokal berupa gambar-gambar ciri khas Lampung. Saya yakin ini akan menarik minat orang untuk membeli. Saya siap mendampingi,” ujar Syafarudin. []
