Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Gebyar Jurnalistik Pilar Ekonomi Unila, Juwendra Asdiansyah Beri Tips Mencari Ide Berita

Gebyar Jurnalistik Pilar Ekonomi Unila, Juwendra Asdiansyah Beri Tips Mencari Ide Berita

Juwendra Asdiansyah. | Aulia Kartika

Juwendra Asdiansyah. | Aulia Kartika

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Juwendra Asdiansyah, jurnalis dan pengajar jurnalisme di Lampung, mengisi materi pada acara Gebyar Jurnalistik gelaran Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Fakultas (UKPM-F) “Pilar Ekonomi” Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila), Selasa, 31/10/2023.

Pada kesempatan ini, Juwendra berbicara tentang bagaimana mencari sebuah ide berita.

Juwendra mengatakan, jurnalis membutuhkan sebuah ide sebagai arah dalam membuat sebuah berita. Juwendra menganalogikan sebagai memasak.

Jika ingin memasak, dibutuhkan bahan-bahan yang akan digunakan. Seorang jurnalis haruslah mempunyai sebuah ide supaya tulisannya bagus.

Untuk itu, Juwendra memaparkan, yang pertama, yaitu brainstorming dan membuat peta masalah. DI sini dibutuhkan pertukaran ide atau pikiran dengan diskusi.

Selanjutnya, Juwendra juga mengatakan, seorang Jurnalis haruslah bergaul dengan hidup di tengah masyarakat. Musababnya, sebuah ide dapat muncul saat sedang berkumpul atau mengobrol dengan masyarakat.

Seorang jurnalis, kata dia, juga harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan jika saat sudah mendapat informasi, haruslah mendatangi sumber berita.

Seorang jurnalis juga harus memiliki wawasan yang luas karena saat menulis berita haruslah menuangkan isi pikiran.

Juwendra mengutip perkataan Aa Gym bahwa teko hanya mengeluarkan isi teko. Maka itu, jika ingin tulisannya bagus, isilah pikiran dengan hal-hal yang bagus.

“Jangan diisi dengan yang negatif, seperti informasi-informasi hoax,” kata mantan Pemimpin Umum Surat Kabar Mahasiswa “Teknokra” Unila dan “Pilar Ekonomi” itu.

Untuk mendapat sebuah informasi, seorang jurnalis juga harus banyak membaca buku  dan juga dapat memperoleh informasi dari media sosial.

“Jadikan media sosial sebagai sumber ide. Karena saat ini, banyak orang yang mengunggah berita di media sosial,” kata mantan Pemimpin Redaksi forumkeadilan.com itu.

“Saat ini, yang pertama kali dilakukan oleh orang-orang saat mati lampu itu ya bukannya mencari lilin, melainkan memperbarui status. Dari situ kita bisa jadikan sebagai sebuah berita,” ucap Juwendra.

Seorang jurnalis haruslah percaya dengan matanya sendiri. Saat melihat sebuah peristiwa, jurnalis dapat membuat sebuah berita.

Di mana akurasi dalam menulis berita itu sangatlah penting. Selain itu, jika meliput sebuah berita haruslah dicatat atau direkam, dan harus langsung ditulis agar tidak lupa.

“Sehingga kita dapat menentukan sebuah angle atau sudut pandang,” ujarnya.

“Sebagai seorang jurnalis, tidak boleh meremehkan akurasi dalam menulis sebuah berita, bahkan dalam menulis nama seorang narasumber,” tutupnya.

Juwendra Asdiansyah adalah jurnalis berpengalaman di Lampung. Ia pernah mendirikan majalah Indie, wartawan koran Seputar Indonesia (Sindo), jurnalis Tribun Lampung, mendirikan saibumi.com, mendirikan duajurai.com (duajurai.co), dan pemimpin redaksi forumkeadilan.com. [[Aulia Kartika]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda