Edy Marjoni dari BNN Lampung sedang berbicara dalam diskusi publik di DPD RI Perwakilan Lampung. | Sugiono

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung yang diwakili Edy Marjoni dari Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan, mengatakan, pihaknya sedang berfokus pada pencegahan narkoba dan edukasi ke sekolah-sekolah.
Ia mengatakan, sejak tahun 2019, ribuan orang terpapar narkoba dan sedikit yang menjalani rehabilitasi. Kemudian, kata dia, berdasarkan survei yang dilakukan BNN, pada tahun 2019, sebanyak 31.800 orang terpapar narkoba.
Maka itu, pihaknya terus berupaya mencegah pemuda-pemuda Lampung agar tidak terpapar barkoba. Maka itu, berdasarkan kebijakan dari Pusat, BNN mempunyai tugas pokok mencegah, melindungi, dan memberikan informasi dan edukasi ke masyarakat terhadap dampak buruk narkoba.
Demikian diungkapkan Edy Marjoni dalam diskusi publik soal narkoba yang diadakan anggota DPD RI asal Lampung di Kantor DPD RI Perwakilan Lampung, Rabu, 27/9/2023.
Penduduk Lampung secara nasional pada 2014, kata dia, dinyatakan aman dari penyebaran dan penyalahgunaan narkoba. Akan tetapi, pada tahun 2017, angka itu naik meskipun pernah turun di tahun 2018.
“Tahun 2014, Lampung di posisi aman secara nasional. Lampung menduduki peringkat 10 nasional. Ppada tahun 2017, peringkat Lampung tiga nasional penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” jelasnya.
Ia menegaskan, Lampung ada peluang besar bebas narkoba. Hal ini juga sesuai janji kerja Gubernur bahwa Lampung bebas narkoba.
“Ini sudah mulai terlaksana, namun belum maksimal karena terkendala anggaran,” kata dia.
Sebab itu, kata dia, untuk memudahkan pencegahan, pihaknya membagi 4 cluster, yakni lingkungan pemerintah, swasta, lingkungan pendidikan, dan kesehatan.
Pada Agustus lalu, BNN memberikan edukasi ke SMPN se-Kota Bandar Lampung yang berjumlah 35 ribuan orang, terdiri dari 2.400 guru dan 33 ribu siswa SMP.
Edy mengakui, pihaknya terkendala karena keterbatasan anggaran dan personel. Pihaknya kemudian menggandeng Granat (Gerakan Nasional Antinarkotika) Lampung untuk memberikan edukasi agar masyarakat daerah ini bersih dari narkoba.
Ia juga menyebutkan, dari 31.800 orang yang terpapar narkoba, pada tahun 2020, sebanyak 1.600 orang per bulan yang menjalani rehabilitasi.
Ini jika diasumsikan 20 tahun ke depan hanya untuk merehabilitasi, dengan syarat tidak ada pemakai baru. [Sugiono]
