Pendiri Tapis Blogger Naqiyyah Syam (kiri) dan selebgram Lampung Ummu Hani (kanan). | Dokumentasi Ummu Hani

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Selebgram dan pemengaruh (influencer) Lampung, Ummu Hani, mengajak kreator konten membuat produk di media sosial yang bermanfaat, bukan sekadar mau viral. Ummu Hani mengatakan, konten yang dibuat di media massa harus punya kemanfaatan.
Misalnya, menjadi sarana kritik untuk pemerintah dalam konteks perbaikan jalan rusak, nasib guru honorer, dan lainnya. Konten yang dibuat juga mesti menarik dan punya dapat pikat agar menjadi tontonan publik.
Demikian intisari pemaparan Ummu Hani kemarin dalam gelar wicara rangkaian Semarak Milad Ke-7 Tapis Blogger di Notizhut, Sukarame, Bandar Lampung.
Ummu Hani terkenal lantaran konten dia mandi lumpur dan rekreasi du kubangan jalan rusak di Tanjungbintang, Lampung Selatan, dan Rumbia, Lampung Tengah.
Ummu Hani juga mengunggah soal nasib guru honorer yang tidak diperhatikan pemerintah. Konten Ummu bahkan menjadi liputan media massa arus utama, antara lain media daring dan televisi berjaringan nasional.
Ummu Hani mengatakan, konten viral itu hanya bonus. Yang utama, setiap kreator konten punya niat membantu masyarakat menyuarakan haknya. Oleh karena itu, ia mendorong dan mengajak kreator konten lain untuk berani membuat unggahan yang elegan tapi sarat kritik.
Kata Ummu Hani, kalau tidak ada keberanian, konten yang dihasilkan takkan punya dampak kepada masyarakat.
ia mengatakan, jika konten itu memang berniat untuk kemaslahatan publik, masyarakat pasti akan mendukung.
“Bahkan, orang dengan akun fake di media sosial yang nyinyot terhadap karya kita, siap-siap kena rujak oleh warganet yang mendukung konten baik yang kita produksi,” kata Ummu Hani.
Ia mengatakan, kreativitas juga diperlukan dalam membuat konten audio visual. Ia menyarankan agar konsep yang mau diketengahkan itu ditulis dahulu supaya kuat secara narasi.
Ia juga sepakat dengan Tapis Blogger yang terus berusaha memperkuat literasi di Lampung. Ia siap selalu bekerja sama dalam konteks kebaikan dengan siapa saja termasuk komunitas narablog di Lampung ini.
Semarak Milad Ke-7 Tapis Blogger kemarin juga menghadirkan narasumber jurnalis Adian Saputra. Turut hadir dalam pembukaan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung Riski Sofyan dan anggota DPRD Lampung Ade Utami Ibnu yang diwakili tenaga ahli Komisi I DPRD Lampung Sabiqul Iman.
Tapis Blogger dibentuk untuk memperkuat literasi di Lampung. Komunitas ini dibentuk atas inisiatif empat perempuan narablog: Naqiyyah Syam, Izzah Annisa, Fitri Restiana, dan Heni Puspita.
Ajang pertama Tapis Blogger yang juga menandai hari jadinya adalah kegiatan pertama di Hotel Horison pada 31 Agustus 2016. Ajang itu berupa silaturahmi dan lomba menulis bekerja sama dengan JNE. [Sugiono]
