Rumah Madu Wahyu Susanto. | Galih Rahmatullah

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Wahyu Susanto, bos Rumah Madu, dari zaman kuliah memang sudah mulai berjualan. Banyak produk yang ia jual, mulai dari parfum, baju, buku, sampai pulsa.
Tahun 2012, Wahyu mulai menyewa tempat yang sekarang ia tempati untuk berjualan madu miliknya, di Jalan ZA Pagaralam Nomor 45, Labuhanratu, Bandar Lampung. Ia mulai bekerja di tokonya dari jam delapan pagi sampai jam delapan malam.
Wahyu fokus berjualan madu karena ia mempunya dasar pertanian dan juga mempelajari tentang lebah. Pada saat kuliah, ia mempelajari lebah ini karena sangat menguntungkan lantaran menghasilkan madu.
Akhirnya ia tindak lanjuti mempelajari tentang lebah ini dan memulai bisnis Rumah Madu.
Madu yang Wahyu jual merupakan hasil alam. Banyak jenis madu yang ia jual dan pastinya madu buatan lokal Indonesia.
Ia bekerja sama dengan petani lebah untuk membentuk mitra melalui kontrak kerja.
Wahyu juga melakukan pembinaan dan mengarahkan petani yang bekerja sama dengannya mulai dari standar madu, proses pemanenan, sampai proses pengambilan madu.
Ia juga melakukan uji lab keaslian madu sebelum menerima madu dari petani mitra kerja sama.
“Banyak jenis lebih yang kami ternak, tetapi paling bagus lebah Apis mellifera karena produktivitas madunya relatif tinggi dan waktu panen yang singkat,” kata Wahyu kepada wartalampung.id hari ini di lokasi usahanya.
Wahyu juga menjual kurma, telur herbal, dan susu kurma, serta item lainnya selain madu. Total ia menjual sampai 635 produk.
Honey Kids Juara menjadi produk best seller unggulan dari Rumah Madu. Per bulan Wahyu mampu meraih omzet sampai Rp100-an juta.
Wahyu juga menggunakan sosial media untuk mempromosikan madu jualannya, mulai dari Tiktok, Shopee, dan Instagram @rumahmadu.co.id. Ia juga sering live menggunakan Shopee dan Tiktok untuk pembelian lewat online. [Galih Ramatullah]
