MPLS di SDIT Fitrah Insani Kedamaian. | Wayan Yoga Rizki Irawan

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SDIT Fitrah Insani Kedamaian memiliki cara yang menarik dalam menyambut dan mengedukasi siswanya.
Dalam menyambut siswa, para guru ada yang menunggu di depan gerbang dan di dalam gerbang.
Pada saat siswa datang akan disambut oleh guru yang menunggu di depan gerbang dan melakukan salaman lalu mengarahkan siswa melewati sebuah rintangan jembatan untuk masuk ke dalam sekolah.
Guru kemudian menyambut di dalam akan mengenakan aksesori seperti sayuran, tumbuhan, dan ada juga menggunakan sampah dan barang bekas.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Suhaimi mengatakan, mengapa siswa melewati jembatan karena inilah proses dalam suatu pembelajaran dalam menuntut ilmu ada rintangan yang harus dilalui.
“Mungkin pada saat anak-anak itu melewati jembatan, ada yang senang, ada yang bahagia, dan ada juga sampai butuh pendekatan untuk merayu mereka menaiki atau melewati jembatan,” kata dia.
Selain itu, ia mengatakan, pada saat di atas, perlu ketelitian dan kehati-hatian.
“Itulah proses dalam pendidikan dalam menuntut ilmu agar tidak santai saja,” lanjutnya.
Dalam kegiatan MPLS juga ada kegiatan membiasakan motorik agar anak-anak tidak hanya bisa dalam bidang pengetahuan, melainkan juga dengan mengajarkan melalui gerakan.
“Kenapa para guru dan karyawan menggunakan aksesori tumbuhan dan sayuran? Karena agar bisa memberikan edukasi tentang sayuran yang sangat penting untuk tubuh mereka. Ada juga yang menggunakan aksesori sampah Itu supaya mengedukasi mereka agar peduli lingkungan,” tutup Suhaimi. [Wayan Yoga Rizki Irawan]
