Kelas menulis diampu Milah Smart inisiasi FPPI FKIP Unila. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Humas Yayasan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Bandar Lampung, Milah Smart, menjadi mentor kelas kepenulisan pada program Inspiring Spiritual Class (ISC) Forum Pembinaan dan Pengkajian Islam (FPPI) FKIP Universitas Lampung (Unila).
Forum Pembinaan dan Pengkajian Islam (FPPI) FKIP Unila merupakan suatu Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang berada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung.
Sejak berdirinya, FPPI FKIP Unila telah banyak melahirkan anggota-anggota yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, dan keagamaan. Tetapi juga menumbuhkan karakter seorang pemimpin. Hal ini terlihat dari sebaran alumni anggota FPPI yang memiliki posisi penting di berbagai sektor kehidupan.
Program Inspiring Spiritual Class (ISC) sendiri dirancang sebagai forum silaturahmi dan pembinaan dalam meningkatkan aspek spiritual serta minat bakat mahasiswa muslim FKIP Universitas Lampung.
Ada empat kelas yang dibuka dalam program Inspiring Spiritual Class (ISC) ini, yakni menulis, kaligrafi, tahfidz, dan public speaking.
“Masing-masing kelas dibuat menjadi empat kali pertemuan. Dua kali pertemuan offline dan dua kali pertemuan online. Untuk hari pertemuannya diserahkan kepada masing-masing mentor,” kata Zaid Aiman Abdul, Ketua Umum FPPI FKIP Unila.
Tahun ini, program ISC mengangkat tema “Semarak Bercita, Generasi Muda Berkarya, Menebar Inovasi Mulia Penuh Makna”.
Pada pertemuan perdana, Ahad, 21/5/2023, Mila menerangkan, menulis adalah aktivitas menulis ide/gagasan dari apa yang dibaca, dilihat, didengar, dirasakan, diamati dan dipikirkan.
“Kita bisa memulai dengan menulis judul yang kita ingat di kepala dan membuat kaliamat dari judul itu, 8-11 kata saja,” katanya.
Mila juga menambahkan hendaknya seluruh peserta memiliki motivasi yang kokoh apa yang mendasari kita ingin menjadi seorang penulis.
“Untuk motivasi kita bisa mengambil inspirasi dari seorang ulama besar Imam Al-Ghazali yang mengatakan, kalau kau bukan anak raja, dan kau bukan anak seorang ulama besar, maka jadilah penulis,” tambahnya.
Bagi Mila, menjadi seorang penulis adalah cara mentransfer amal dan menjadi pribadi yang penuh manfaat.
“Sebagaimana dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhori, “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.”
Mila juga mengajak seluruh peserta untuk menulis beberapa praragraf, dari kata kunci yang diberikannya. Seluruh peserta antusias mengikuti tantangan itu.
Pertemuan perdana yang digelar secara online melalui Google Meet itu ditutup dengan pertanyaan dan foto bersama. []
