Mi Ayam Pangsit Perintis. | Kainuna

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Gusti Yolanda (30) biasa dipanggil Yola adalah seorang penjual Mi Ayam Pangsit Perintis di daerah Kemiling. Ia mengeluhkan pemberian bintang satu pada penilaian aplikasi pesan-antar makanan daring dari pelanggan.
Dia mengatakan, bintang satu pada penilaian bisa menurunkan rating pada aplikasi. Biasanya karena mi ayam produksinya bukan selera pelanggan.
Selain itu, ia juga menuturkan, ia memahami selera setiap pelanggan berbeda-beda. Tetapi, ia menyayangkan kenapa harus bintang satu yang diberikan.
Padahal bisa saja pelanggan memberikan bintang dua atau tiga karena tidak sesuai dengan selera mereka.
Hal itu tidak lepas dari setiap orang jualan, pasti ada senang dan sulitnya. Kata Yola, senang ketika banyak yang membeli jualannya dan sulit ketika pembeli yang membeli sedikit.
Yola berkata, penilaian itu memang sudah menjadi konsekuensinya. Ia mengatakan, semua penjual ingin dagangannya laris dan mendapat penilaian yang baik dari pelanggan.
“Tapi, semua itu kembali lagi ke selera pelanggan masing-masing.”
Walaupun begitu, ia tetap semangat berjualan setiap hari dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB untuk menyambung hidup sehari-hari. Ia pun tetap memberikan pelayanan yang baik dan menjaga rasa mi ayam yang ia jual.
“Saya memosisikan diri saya sebagai pembeli yang menginginkan pelayanan yang baik dan ramah. Sehingga saya juga bersikap begitu,” kata Yola optimistis. [Kainuna Rafa Ilzami, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung]
