Krida Bahasa inisiasi Kantor Bahasa Provinsi Lampung. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Jumat siang kemarin, 14 April 2023, matahari menyorot Kota Bandar Lampung dengan tajam dan seperti penuh amarah. Cahayanya ikut menemani 26 orang dengan baju nuansa merah yang sedang menuju ke Hotel Horison.
Mereka berasal dari daerah yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya ada yang naik kendaraan sendiri dan ada juga yang memilih untuk memakai jasa ojek daring.
Lega rasanya ketika sudah berhasil sampai di tempat sebelum pukul 13.30. Ditambah lagi dengan dirasakannya kesenjangan suhu antara luar dan dalam hotel.
Baju nuansa merah yang mereka pakai bukanlah tanpa alasan, melainkan sebuah penanda bahwa mereka adalah finalis Duta Bahasa Provinsi Lampung 2023. Tepat pukul 13.30, kegiatan Krida Bahasa: Mahir Menulis di Industri Kreatif pun dimulai.
Ditemani oleh Iin Muthmainnah Zakaria yang merupakan penulis naskah andal. Ia menayangkan karya filmnya yang berjudul “Run Boy Run”.
Film tersebut dibintangi oleh Chico Jericho yang berperan sebagai Ranu, laki-laki penderita HIV. Istrinya telah meninggal dunia dan putranya yang bernama Aryo terus-terusan menolak untuk berobat dan hampir menyerah melawan virus yang didapatnya karena faktor keturunan tersebut.
Adegan film saat Iin Zakaria yang berperan sebagai Mak, menarik perhatian karena menimbulkan pertanyaan. Pada saat itu, Ranu yang kelelahan mengejar Aryo mampir ke warung Mak dan minum kopi.
Belum habis kopi itu diminum, Ranu pergi lanjut mengejar Aryo. Setelah itu, terlihat Mak membungkus tangannya dengan plastik dan mengambil gelas beserta mangkok kopi bekas Aryo, lalu membuangnya ke tempat sampah.
Hal itu sontak membuat penonton bertanya-tanya dan merasa kasihan dengan Ranu. Ternyata pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa virus HIV dapat menyebar meski hanya melalui air liur penderita. [Endar Rismanda, Finalis Duta Bahasa 2023]
