Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Teknokra Universitas Lampung Gagas Diskusi Publik, Rektor Lusmeilia Afriani Dijadwalkan Narasumber

Teknokra Universitas Lampung Gagas Diskusi Publik, Rektor Lusmeilia Afriani Dijadwalkan Narasumber

Teknokra. | Dokumentasi

Teknokra. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra akan menggelar diskusi publik dalam rangka merayakan hari ulang tahun ke-46.

Diskusi publik ini akan dilaksanakan di pelataran belakang Rektorat, Sabtu besok, 11/3/2023. Panitia mengundang Rektor Unila Lusmeilia Afriani, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung Dian Wahyu, dan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Lampung sebagai pemantik diskusi.

Ketua pelaksana Rara Maharani Bintang Lampung dalam rilis menyebutkan, diskusi ini mengangkat tema “Kedudukan, Peran, dan Kebebasan Pers Mahasiswa di Kampus”.

Menurutnya, tema ini diangkat karena masih banyak lapisan sivitas akademika kampus yang menyalahartikan peran pers mahasiswa.

“Karena banyak orang yang menyalahartikan pers mahasiswa. Kedudukannya (persma) banyak yang menyepelekan karena tidak tahu arti sebenarnya pers itu apa. Mungkin banyak yang mengira bahwa persma itu hanya boleh menampilkan yang bagus-bagus saja, tapi sebenarnya persma itu hadir untuk memberi tahu yang benar,” katanya.

Pemimpin Umum UKPM Teknokra Syendi Arjuna menjelaskan, keadaan pers mahasiswa saat ini sangat miris. Menurutnya, pers mahasiswa terutama Teknokra yang sudah cukup tua, masih diragukan posisinya dan dianggap selalu menjelekan nama kampus.

“Sejak berdiri tahun 1977 sampai sekarang, sudah 46 tahun. Tetapi posisi kami itu diragukan dan dianggap menjelek-jelekkan Unila. Padahal kami membawa kebenaran. Mirisnya, akademisi yang seharusnya paham hal-hal substansial seperti ini malah ikut menjelek-jelekkan pers mahasiswa,” jelasnya.

Syendi menambahkan, peran pers mahasiswa termasuk dalam empat pilar demokrasi. Ia berharap ke depannya pers mahasiswa bisa lebih kritis dalam menjalankan fungsinya.

“Harapannya kita sebagai pers harus kritis lagi, jangan sampai kalah karena omongan-omongan itu. Pendapat sampah tentang pers harus kita kritisi lagi,” pungkasnya. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda