Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini | ist

Wartalampung.id, Jakarta – Nama Tri Rismaharini atau Risma digadang-gadang bakal menjadi Menteri Sosial (Mensos). Ia diisukan bakal menggantikan Juliari Batubara yang kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait korupsi pengadaan Bansos Covid-19.
Munculnya nama Wali Kota Surabaya itu dibeberkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya Yusuf Lakaseng.
“Saya dapat kabar, jika nantinya Ibu Risma ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Sosial di Kabinet Indonesia Maju,” ujar Yusuf dikutip dari Liputan6.com.
Yusuf semakin yakin kinerja Wali Kota Risma cukup bagus. Terlebih lagi, Risma sudah mengubah wajah Surabaya, bahkan sudah dunia, dilansir dari Antara.
“Di Surabaya, wali kota bisa langsung meloncat ke menteri, tanpa harus menjadi Gubernur Jawa Timur terlebih dahulu. Ini menunjukkan kalau Surabaya itu kota mendunia,” jelas Yusuf.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) menanggapi isu yang berkembang mengenai dirinya mendapat tawaran untuk menjadi mensos.
Baca: Mensos Korupsi Dana Bansos Covid-19, Warga Lampung: Pantas Dihukum Mati!
“Kamu mungkin yang mendapat tawaran. Yang menawari siapa. Nanti kita lihat, saya ikut Ibu Megawati saja,” ujar Risma ketika dikonfirmasi wartawan mengenai isu tawaran Mensos.
Disinggung mungkin cocok jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Wali Kota Risma menjawab tidak pernah bicara seperti itu.
“Tidak. Saya tidak pernah ngomong seperti itu, menjadi Mendikbud. Nanti dilihat saja lah. Yang jelas, ini siapa yang ngomong,” kata Risma.
Ditanya belum ada tawaran menjadi Mensos, Risma menegaskan belum.
“Belum ada komunikasi ke arah sana. Ini saja masih Pilkada. Jadi Pilkada belum selesai,” kata dia.
Dikonfirmasi apakah sudah ada tawaran dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Wali Kota Risma kembali menjawab belum. “Belum, karena Pilkada belum selesai,” ucap Risma.
Akan tetapi, saat ditanya kesiapan jika mendapatkan tawaran itu, Risma mangatakan nanti dilihat dulu.
“Istoghoro dulu. Nanti bisa apa tidak, nanti ngomong iyo iyo tapi ternyata gak iso,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai kapasitas menjadi menteri sosial, Wali Kota Risma menjawab siapa yang ngomong.
“Tidak boleh sombong atau takabur. Yang bisa mengukur kemampuan ku itu ya aku sendiri, bukan orang lain,” tutup Risma.(*)
