Berita Foto Ruwajurai Pringsewu

Di Pekon Patoman Pringsewu, Abdul Hakim Janji Kawal Anggaran Pembangunan Desa

Di Pekon Patoman Pringsewu, Abdul Hakim Janji Kawal Anggaran Pembangunan Desa

Senator Abdul Hakim berdialog bersama warga Pekon Patoman Pringsewu | ist

Senator Abdul Hakim berdialog bersama warga Pekon Patoman Pringsewu | ist

Wartalampung.id, Pringsewu – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Abdul Hakim melakukan dialog dan serap aspirasi bersama masyarakat dan perangkat Pekon Patoman, Pagelaran, Pringsewu. Acara berlangsung di Balai Pekon Patoman, Selasa, 15/12/2020.

Acara juga di hadiri Pimpinan Lembaga Amil Zakat Dompet Amal Insani (LAZDAI) Lampung Nurhandoyo, Kepala Pekon Patoman Sudiyono, dan puluhan jajaran aparat pekon dan masyarakat.

Abdul Hakim mengatakan aparatur pemerintahan dari pusat hingga desa harus melihat kembali tujuan pembangunan desa.

“Tujuannya adalah menyejahterakan kehidupan bermasyarakat. Desa harus menjadi garda terdepan pembangunan bangsa. Pemerintah harus hadir dan ambil alih tanggungjawab. Jangan dibebankan ke desa. Saya akan terus mengawal pelaksanaan UU Nomor 6 tahun 2014, dan memastikan anggaran tersedia untuk pembangunan desa,” Kata Abdul Hakim melalui rilisnya.

Ia juga berharap desa bisa terus meningkat statusnya sampai menjadi desa mandiri. Masyarakat harus terbiasa dengan kemandirian. Pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian tersebut bisa dilakukan dengan menerapkan gerakan kampung sedekah.

Abdul Hakim juga menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat desa.

Baca: Dialog Dengan PSHT Pringsewu, Abdul Hakim Komitmen Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat

“Salah satu dari 22 perjuangan program terapan kami adalah berupaya menuntaskan pembangunan jalan desa. Maka alokasi dana pemerintah pusat harus tersedia, maka saya tidak setuju jika bantuan BLT diambil dari anggaran dana desa, sehingga pembangunan desa menjadi terhambat,” Kata dia.

Pimpinan LAZDAI Nurhandoyo dalam presentasinya mengatakan, gerakan kampung sedekah yang diinisiasi oleh Taufiq Ary ini sudah berhasil di terapkan di beberapa daerah.

“Gerakan ini dirancang agar masyarakat dapat menyelesasikan persoalan di lingkungannya sendiri, tanpa harus bergantung dengan pihak luar, karena 100 % sedekah masyarakat kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Kepala Pekon Patoman Sudiyono menyampaikan keluhannya terkait bantuan BLT dari dana desa. Sebagian besar dana desa digunakan untuk BLT. Pada 3 bulan pertama Rp600 ribuan, 5 bulan berikutnya sebesar Rp300 ribuan.

“Mestinya semuanya sama tiap pekon, nyatanya beda. Ada pekon yang hanya satu bulan, bahkan ada yang tidak memberikan karena alasan tidak ada dana. Ini tidak adil,” ungkapnya.

Sudiyono juga berterimakasih atas komitmen Abdul Hakim untuk terus memperjuangkan kemajuan desa.

Acara diakhiri dengan penyerahan simbolis kencleng LAZDAI sebagai tanda dilaunchingnya gerakan kampung sedekah di Pekon Patoman.(*)

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda