Diskusi resesi KAMMI Bandar Lampung. | Jeki Purnama

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bandar Lampung menggelar diskusi kebijakan publik bertema sinyal resesi dan antisipasi ancaman krisis ekonomi nasional. Acara diadakan di Warung Nongkrong, Kamis, 8/12/2022.
Panitia menghadirkan anggota Komisi 3 DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Area Retail and Transaction Business Manager BSI Lampung Benny Sangjaya, dan dosen ekonomi Unila Reni Oktavia.
Ahmad Giri Akbar mengungkapkan, saat pandemi, banyak pengusaha yang bangkrut. Ia menilai, bagi pengusaha, resesi itu tidak kami lihat sebagai inflasi penurunan ekonomi dan lainnya. Namun, kata dia, banyak miliuner baru setelah krisis maupun resesi.
“Jadi, terkadang resesi itu menguntungkan sebagian pengusaha,” ujarnya.
Ahmad Giri menganggap, persoalan krisis ekonomi global dan nasional adalah persoalan bersama, tidak bisa dibebankan kepada pemerintah. Oleh sebab itu, semua pihak harus berkontribusi untuk memberi masukan.
Ahmad Giri memberikan solusi untuk mahasiswa agar menggunakan uang tunai sebaik mungkin selama resesi dengan menggunakan seperlunya.
“Lakukan langkah kecil dari sekitar kita sebelum melakukan hal yang besar,” ujarnya. [Jeki Purnama, Reporter Magang Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Raden Intan Lampung]
