Diskusi resesi KAMMI Bandar Lampung. | Putri Meini

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dosen ekonomi Unila Reni Oktavia menyampaikan, Indonesia adalah salah satu negara yang paling tahan terhadap krisis ekonomi. Namun, penyebab krisis ini diawali dengan pandemi sebagai krisis panjang. Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan dorongan agar terjadi peningkatan.
“Kenapa kita dibilang krisis? Disebabkan juga karena kita secara berturut-turut di bawah minus atau kekurangan,” kata dia saat menjadi narasumber diskusi soal resesi yang diadakan KAMMI Bandar Lampung di Warung Nongkrong, Kamis, 8/12/2022.
Reni menjelaskan, krisis ini diperparah karena banyaknya lay-off disebabkan respons pengusaha besar.
Oleh karena itu, lay-off dijadikan alasan oleh pemerintah bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja dan sekarang sudah memberikan prediksi tahun 2023 akan gelap.
“Itu dikarenakan pemerintah tidak menerapkan stimulus. Pada saat tidak adanya stimulus, akan turun, dan pertumbuhan daya beli masyarakat akan turun juga,” tambah Reni.
Reni mengungkapkan, Indonesia untuk maju membutuhkan negara lain, tetapi ketika untuk bertahan hidup Indonesia tidak memerlukan negara luar. Salah satu faktor yang mendukung yaitu faktor budaya yang membuat kita dapat bertahan. [Putri Meini Suci Anggraini, Reporter Magang Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Raden Intan Lampung]
