Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

BKKBN Rancang Strategi Penurunan Angka Stunting di Lampung

BKKBN Rancang Strategi Penurunan Angka Stunting di Lampung

Rakerda BKKBN Lampung. | Sugiono

Rakerda BKKBN Lampung. | Sugiono

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merancang strategi penurunan angka stunting di Lampung.

Berdasarkan survei status gizi balita Indonesia, Lampung telah berhasil menurunkan angka stunting. Secara nasional potret stunting   24,4 persen, sementara Provinsi Lampung tahun 2021 di angka 18,5 persen.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN Pusat, Sukaryo Teguh Santoso, usai pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan tema “Penguatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Melalui Optimalisasi Sumber Daya dan Konvergensi Lintas Sektor Menuju Lampung Berjaya”, di Swiss-Belhotel, Rabu (16/3/2022).

Kata Sukaryo, ambang batas yang ditetapkan WHO sebesar 20 persen. Artinya, Lampung rendah stunting.

Hanya saja, jika ingin mengikuti target nasional di tahun 2024 maka harus menurunkan 4 persen lagi.

Maka itu, untuk strategi penurunan angka sekitar 4 persen, tambah Sukaryo,  bisa dilakukan dengan tiga kelompok sasaran yang mampu mencegah balita stunting.

“Yang menjadi prioritas yaitu para calon pengantin remaja putra-putri yang akan menikah selama tiga bulan diberikan edukasi jangan sampai kekurangan gizi, mengawal kader yang sudah berkomitmen wanita hamil dan mengawasi keluarga yang memiliki balita umur dua tahun,” jelasnya.

Lalu, ia juga menyampaikan untuk mempercepat penurunan stunting telah dibentuk tim pendamping keluarga di Provinsi Lampung.

“Sudah ada 6.000 tim yang terdiri dari PKK, bidan, dan kader. Tugasnya memberikan penyuluhan dan edukasi kepada keluarga-keluarga juga memfasilitasi agar dapat mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik serta menjembatani penerimaan terhadap program-program pembangunan keluarga,” ujarnya. [Sugiono]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda