Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

ICEBE Ke-4 Gelaran FEB Unila, Profesor Indiana University of Pennsylvania Soroti Rantai Pasok

ICEBE Ke-4 Gelaran FEB Unila, Profesor Indiana University of Pennsylvania Soroti Rantai Pasok

Suasana ICEBE ke-4. | wartalampung.id

Suasana ICEBE ke-4. | wartalampung.id

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Supply chain atau rantai pasok menjadi isu yang sedang mengglobal selama masa pandemi.

Sebab, barang yang diperoleh konsumen, karena pandemi, lebih lama sampainya. Karena lama sampai, jumlah yang beredar juga sedikit dan menaikkan harganya.

Oleh sebab itu, pemerintah diminta untuk tidak melulu bergantung pada satu rantai pasok. Indonesia misalnya, diminta tak begitu bergantung pada satu perusahaan atau negara, China, misalnya.

Demikian dikemukakan akademisi Prasanth N Bharadwaj dari Indiana University of Pennsylvania, pada sesi seminar internasional gelaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila dan Universitas Multimedia Nusantara, di Hotel Novotel, 7/10/2021. Bharadwaj menyampaikan secara virtual.

Bharadwaj mengatakan, Indonesia berada di jalur yang benar. Dari beberapa negara yang menjadi supply chain, Indonesia sudah bisa masuk.

Namun, yang mesti diperhatikan adalah infrastuktur dan kemampuan sumber daya manusia.

Soal SDM, Bharadwaj, mengatakan, yang dibutuhkan adalah kualitasnya bukan sekadar kuantitasnya.

Bharadwaj mengatakan, jika kita tidak menyelesaikan persoalan infrastuktur, kita tidak akan bisa selamat dari masalah rantai pasok.

Contohnya jalan, moda transportasi, dan sebagainya.

Bharadwaj mengatakan, di Amerika Serikat, keberadaan sumber daya manusia sebagai pengemudi truk besar untuk mengantar pasokan barang juga berkurang.

Di Negeri Paman Sam, kata dia, kini sulit didapat pengemudi yang sanggup dan piawai mengemudikan truk-truk besar.

Khusus untuk Indonesia, cukup banyak tantangan sebab luas wilayah luas dan jumlah penduduknya banyak. Demikian keterangan Bharadwaj seperti ditransliterasikan dosen FEB Unila Ukhti Cipta Wati atau biasa disapa Ute. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda