Agus Nurohim. | Doni

Wartalampung.id, Seputih Banyak – Pandemi Covid-19 memukul pedagang kecil asal Desa Sb 17 Sanggar Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah. Agus Nurohim (38) terpaksa banting setir menjadi penjual bakso dan ceker bakar keliling.
Agus Nurohim mengaku, dahulu ia bekerja sebagai penjual nangka dan pepaya dari desa ke desa. Namun, menurunnya pendapatan membuatnya mencari jalan lain agar bisa bertahan.
“Saya cari cara agar bisa tetap membiayai anak dan istri. Alhasil saya ganti barang dagangan,” ungkapnya, Rabu siang, 6/10/2021.
Ia menjelaskan, tidak dapat menjual pepaya ataupun nangka karena naiknya harga yang dipatok tengkulak sehingga ia tak mampu membeli dengan modal yang ia punya.
Ia mengaku, bakso dan ceker bakar tidak memerlukan modal besar. Maka itu ia memutuskan banting setir dari penjual nangka dan pepaya menjadi pedangan bakso dan ceker keliling.
Agus Nurohim berjualan di sekitaran Desa Sb 17 Sanggar Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah. Ia mulai berjualan dari pagi hingga sore.
Ia mengaku dagangannya sering tidak habis. Meski begitu, kala sore, ia tetap pulang. [I Putu Doni Marantino, Mahasiswa Ilmi Komunikasi FISIP UBL]
