Hayatin Nufus. | Dokumentasi Hayatin Nufus

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Hayatin Nufus atau kerap disapa Nufus adalah gadis berusia 21 tahun. Nufus berasal dari Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.
Ia merupakan mahasiswi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Nufus merupakan gadis mandiri, sejak lulus SMA ia sudah mulai membuka usaha kecil-kecilan yaitu menjual pisang crispy.
Di umur 21 tahun Nufus sukses mendirikan 2 cabang usaha makanan ringan bernama Banana Melted dan bakso aci serta croffle.
Nufus menjelaskan di awal perjalanannya berwirausaha, ia sempat tidak didukung oleh orang tuanya
“Dulu awal mau buka usaha, ibu sempat ragu dan melarang. Karena aku masih muda dan baru lulus sekolah, takut rugi,” tutur Nufus kepada wartalampung.id melalui pesan WhatssApp, Kamis, 23/9/2021.
Nufus berkata awal ia merintis usaha hanya berbekal uang tabungan ia semasa SMA dan masih mengantar pesanan sendiri dari rumah kerumah.
“Pertama mulai buka usaha itu dari tabungan aku semasa SMA. Dan dulu aku jualannya masih pakai bungkus mika dan nganter pesenan dari rumah ke rumah. Kalau sekarang sudah enggak karena sudah tersedia di Gofood atau Grabfood,” jelas Nufus.
Nufus juga terpilih dalam Program Mahasiswa Wirausaha atau PMW yang diadakan kampusnya bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
“Bulan kemarin alhamdulillah terpilih sebagai mahasiswa yang menerima bantuan untuk wirausaha, jadi PMW sendiri merupakan program bantuan kewirausahaan dengan tujuan meningkatkan minat serta kreativitas dalam bidang kewirausahaan,” jelas Nufus.
Ia bercerita tujuannya memulai usaha adalah karena ingin memiliki uang jajan sendiri
“Biar jajan pakai uang sendiri tanpa minta orang tua. Ahamdulillah dari lulus SMA keperluan apa pun itu aku enggak pernah minta lagi. UKT kuliah aku bayar sendiri dan sudah bisa kebeli handphone,” tutur Nufus.
Nufus berpesan kepada anak-anak muda seusianya agar jangan takut untuk memulai berwirausaha
“Jangan ragu untuk mulai usaha. Karena ada hadis mengatakan bahwa 1 dari 10 pintu rezeki itu dari berdagang. Jadi jangan takut untuk memulai,” tutup nufus. [Fadilla Qamilia, Mahasiswi Komunikasi FISIP UBL]
